TPA Rawa Kucing Kota Tangerang Terbakar, Penerbangan Bandara Soetta Terkendali

TPA Rawa Kucing Kota Tangerang terbakar

Kota Tangerang,koranpelita.co – Tempat Pembuangan  Sampah Akhir (TPA ) Rawa Kucing terbakar sejak Jumat siang hingga Sabtu (21/10/2023 ) sore belum padam lantaran kencangnya  tiupan angin . Namun penerbangan pesawat dari Bandara Soekarno Hatta yang berjarak sekitar 2,5 km dari ujung ranway masih terkendali.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah bersama jajaran jalan bersama berupaya memadamkan dan mengevakuasi warga dari kabut asap.

Upaya maximal dilakukan oleh  intansi terkait dengan menurunkan 24 unit armada. BPBD Kota Tangerang bersama 450 personel gabungan berjuang untuk mematikan sejumlah titik api.

Perumda Tirta Bentang Kota Tangerang dan PT Moya mensuplai air dari sungai Cisadane . Dinkes Kota Tangerang menyiapkan puluhan ambulance dan posko kesehatan. Warga yang terkena kabut asap di evakuasi ke lokaksi aman antara lain kantor Kecamatan Neglasari.

BACA JUGA:  Project Humanity UMN Hadirkan Edukasi Mitigasi Bencana di Banten Selatan
Wali Kota Tangerang mengunjungi lokasi penampungan warga sementara .

Tidak hanya itu,  Disbudpar Kota Tangerang siagakan 22  truk tanki tanpa henti  menyuplai air secara maraton ke kendaraan BPBD . Bakhan pemadaman TPA Rawa Kucing, titik api Diuruk DPUPR Kota Tangerang sampai kedalam sampah  menurunkan 15 unit alat berat.

Hingga berita ini diturunkan, ratusan petugas masih dikerahkan untuk menaklukkan api yang berkobar dan meluas. Puluhan armada pun masih tak henti bergerak.

Sebagai informasi , Pemerintah Kota (pemkot) Tangerang telah lama berencana meninggalkan sistem pengelolaan sampah open dumping yang berisiko pencemaran lingkungan dan musibah kebakaran seperti yang terjadi di TPA Rawa Kucing.

Beberapa pendekatan pun telah dilakukan oleh Pemkot untuk menyelesaikan persoalan sampah di Kota Tangerang antara lain lewat penggunaan magot, kemudian juga lewat sistem Refused Derived Fuel (RDF) yang merubah sampah menjadi energi. (sul).

BACA JUGA:  Project Humanity UMN Hadirkan Edukasi Mitigasi Bencana di Banten Selatan