KORANPELITA.CO – Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan menyoroti jawaban anak buah Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, Yustinus Prastowo atas pernyataan Anies Baswedan yang menyebut bahwa, jika banyak pengusaha atau konglomerat yang takut membantunya karena setelah membantu akan diperiksa pajaknya.
Dalam cuitannya di media sosial X, Rabu (20/9), Anthony Budiawan mengomentari sebuah berita yang menginfokan soal Kemenkeu membantah pernyataan Anies yang menyebut pengusaha akan diperiksa pajaknya usai membantu dirinya.
Menurut pengamat ekonomi ini, memang tidak akan mungkin Kemenkeu berbicara jika mereka memeriksa pengusaha karena indikasi membantu capres.
“Pepatah bilang maling ngaku, penjara penuh. Jadi mana mungkin Kemenkeu bilang ‘Ya, kami periksa WP tersebut karena ada indikasi bantu capres tertentu’,” kata Anthony.
Menurut Anthony, jika Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memiliki kekuasaan yang besar. Sehingga oleh karenanya mereka bisa memeriksa siapa saja yang dicurigai. “Inti dari pernyataan Prastowo, kekuasaan DJP sangat besar, bisa periksa siapa saja yang “dicurigai” ungkapnya. (red1)



