Bendungan Pintu Air 10 Kota Tangerang Bocor, Suplai Air Bersih Terancam

Wali Kota Tangerang saat meninjau kerusakan bendungan pintu air 10 Pasar Baru .( Poto : ist ).

Kota Tangerang,koranpelita.co -Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah meninjau kerusakan yang terjadi di Bendungan Pintu Air 10, Pasar Baru pemicu berkurangnya suplai bahan baku air untuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Benteng sehingga produksi air bersih untuk masyarakat Kota Tangerang mengalami pernurunan.

“Setelah dicek ternyata dari 10 pintu air ada 4 yang mengalami kerusakan sehingga debit air Sungai Cisadane yang seharusnya tertampung malah terus mengalir dan permukaan airnya menjadi turun. Dan otomatis suplai bahan baku air untuk PDAM pun juga jadi berkurang, ungkap Wali Kota saat meninjau Bendungan Pintu Air 10, Pasar Baru, Jum’at Sore (21/7/2023).

Untuk itu, Wali Kota  meminta kepada Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWS C2) selaku pengelola Bendungan Pasar Baru segera memperbaiki kebocoran yang terjadi di Pintu Air 10 tersebut.

BACA JUGA:  May Day 2026 di Demak Berjalan Damai dan Meriah, Buruh Sampaikan Enam Tuntutan

“Tadi saya sudah menelepon Kepala BBWS C2, Bambang Heri Mulyono, dan saya sudah meminta agar perbaikan segera dilakukan secepatnya. Apalagi saat ini sudah memasuki kemarau, dikhawatirkan suplai air bersih untuk masyarakat bisa berkurang jika tidak segera diperbaiki,” ujarnya.

Selain itu, Wali Kota  juga menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk terus berkoordinasi dengan pihak BBSW C2 dan juga dengan pihak PDAM terkait inventarisasi dan fasilitasi berbagai sarana pendukung agar proses perbaikan dapat berjalan optimal dan cepat.

BACA JUGA : Bandara Soekarno Hatta Tersibuk Dunia  Raih Posisi 1 di ASEAN dan Peringkat 3 di Asia Pasifik

Sementara itu Direktur Utama PDAM Tirta Benteng Doddi Effendy menjelaskan bahwa akibat dari kerusakan yang terjadi di pintu air 10 tersebut mengakibatkan produksi air bersih PDAM Tirta Benteng kota Tangerang berkurang sampai 40%.

BACA JUGA:  Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Jiovanno Nahampun Serap Aspirasi Warga

“Ketinggian air normalnya itu di atas 13 meter sekarang tinggal 10 meteran, ini berpengaruh ke intake PDAM yang produksinya menurun sampai 60%,” ucapnya. (*/sul).