Lampung Tengah, koranpelita.co – Warga Kampung Surabaya Kecamatan Padang Ratu dan pihak sekolah, keluhkan aroma tidak sedap yang diduga bersumber dari pabrik pembuatan pakan sapi, berlokasi di Jalan KH Wahid Hasim, tepat nya depan Sekolahan SMA Ma’arif.
Menurut warga, aroma tak sedap ini sangat lah mengganggu, pasal nya aroma yang di hasilkan dari pabrik, yang baru beroperasi kurang lebih tiga minggu tersebut sangat lah menggangu pernapasan warga.
Perihal tersebut beberapa warga telah berupaya melakukan pengaduan kepada aparatur kampung dan pihak pabrik. Namun sangat disayangkan, hingga kini, belum ada solusi untuk mengatasi keluhan dari warga ujar warga yang enggan di sebutkan namanya Rabu, (07/06/2023).
“Saya secara pribadi telah melakukan upaya pelaporan atau komplain kepada Kepala Kampung Surabaya terkait aroma (bau) yang tak sedap, yang saya duga berasal dari pabrik pembuatan pakan ternak (sapi ), tak jauh letak nya dari kediaman saya, akan tetapi laporan tersebut tak ada hasilnya, sepertinya laporan kami tidak ditanggapi,” ucapnya.
“Bau banget aromanya, sehingga, terkadang, membuat saya merasa mual dan muntah – muntah, apalagi saat pabrik sedang berproduksi, aromanya sangat terasa,” tambahnya, dengan nada kesal dan kecewa.
Di waktu yang sama, pihak perwakilan sekolah SMA Ma’arif saat di konfirmasi mengatakan bahwa, dengan adanya pabrik baru atau pabrik pakan sapi yang baru beroperasi itu, sangatlah mengganggu aktivitas belajar mengajar di sekolah ini.
“Benar mas, kami, merasa terganggu dengan adanya aroma tak sedap yang kami duga berasal dari perusahaan baru yang tak jauh dari lokasi sekolahan kami, akibatnya pernah membuat beberapa murid kami merasa mual-mual hingga muntah,” keluh narasumber yang juga enggan di sebutkan namnya kepada media.
Dengan adanya aroma tak sedap yang menjadi keluhan warga, Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) dan awak media mendatangi pihak sekolahan serta langsung konfirmasi ke pabrik pakan sapi tersebut.
Menurut informasi yang di terima bahwa, pihak sekolah sudah berupaya untuk menyurati pihak pabrik pembuatan pakan sapi tersebut, terkait terganggunya aktivitas belajar mengajar tetapi hingga kini pabrik masih saja beroperasi.
Sementara informasi dari karyawan pabrik, tidak mengetahui nama pimpinan perusahan atau nama perusahan dimana tempat mereka berkerja.
Sampai berita ini tayang Pihak pemilik pabrik belum bisa di temui, menurut keterangan karyawannya, pimpinan Pabrik tersebut sedang tidak ada di tempat.
“Bang, Si Bos lagi diluar, mungkin ga bisa nemuin,” ungkapnya.
Dengan adanya keluhan tersebut, warga berharap kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Tengah khususnya Dinas- dinas terkait, untuk melakukan tinjauan ulang baik dari segi perizinan ataupun lainnya, karna, jika hal ini terus di biarkan maka akan menimbulkan dampak yang negatif apa lagi jarak pabrik tersebut sangat lah berdekatan dengan warga juga sekolahan, takutnya akan berdampak kepada murid- murid yang sedang melakukan aktivitas belajar, ” pungkasnya. (Sobari).
- Mahasiswa UMN Gelar Pameran Edukasi Mitigasi Bencana di SMAN 1 Bayah Lebak - 02/06/2026
- Semakin Mudah dan Aman, Layanan Pegadaian Terintegrasi dengan Rekening BRI di Merlung - 02/06/2026
- Jam Kerja ASN Kota Jambi Berubah Kata Wali Kota H.Maulana Wajibkan Setor Poto Kegiatan Pagi Bersama Keluarga - 02/06/2026



