Polda Banten Ikuti Zoom Meeting Bersama Kapolri Terkait Tindak Pidana Perdagangan Orang  

Kapolda Banten saat mengikuti Zoom Meeting bersama Kapolri. ( Poto : koranpelita.co/ ist ).

Banten,koranpelita.co – Kapolda Banten Irjen Pol. Prof. Dr Rudy Heriyanto mengikuti  zoom meeting yang dipimpin langsung Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo  di ruang video conference (Vicon) ,Senin (5/6/2023).

Zoom meeting dihadiri  Irwasda Polda Banten Kombes Pol Eko Kristianto, Karo Logistik Polda Banten Kombes Pol Chiko Ardwiatto, Karo Rena Polda Banten Kombes Pol Muhammad Sumartono, Dirsamapta Polda Banten Kombes Pol Murwoto, Dirbinmas Polda Banten Kombes Pol Widiatmoko, Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Firman darmansyah, Dirpolairud Polda Banten Kombes Pol Andree gama putra, Kabid Propam Polda Banten Kombes Pol Riko Junaldi, dan Dansat Brimob Polda Banten Kombes Pol Dede rojudin.

Dalam rapat tersebut Listyo menyampaikan TPPO harus di cegah dengan cara penyuluhan atau sosialisasi. “Untuk mencegah masalah ini, perlu diadakan penyuluhan dan sosialisasi masalah kepada masyarakat. Dengan sosialisasi secara terus-menerus, masyarakat akan mengetahui bahayanya masalah ini, dan bagaimana solusinya,” ujar Listyo.

BACA JUGA:  Erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara Erupsi, Akibatkan Pendaki Luka-luka

BACA JUGA : Polda Metro Jaya Bersih-bersih di Lingkungan Kerja, Sambut Hari Bhayangkara ke-77 Tahun 2023

Kemudian Kapolri menjelaskan belum optimalnya pengembangan penanganan TPPO di Indonesia dan data dari BP2MI periode 2020 s/d 19 Mei 2023. “TPPO tentu menjadi permasalahan yang harus diselesaikan. Berdasarkan survei Word Bank Jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang terdata sebanyak 9 juta orang sedangkat tercatat dalam data BP2MI hanya 3,6 juta PMI, sehingga di asumsikan terdapat 5,4 juta PMI yang tidak terdata atau ilegal,”jelas Listyo.

Terakhir Kapolri memerintahkan kepada para Kapolda dan jajaran untuk membuat himbauan dan sosialisasi terkait TPPO. “Saya peritahkan para Kapolda untuk menghimbau masyarakat agar tidak menjadi korban TPPO dan  rutin menggelar sosialisasi di kampung-kampung agar masyarakat paham terhadap bahaya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO),” tutup Kapolri. (*/sam).

BACA JUGA:  [UPDATE] Erupsi Gunung Dukono: Tiga Orang Pendaki Masih Dalam Pencarian