Pengamat Sebut Presiden Jokowi Akan Dikenang Sebagai ‘Bapak Cawe-Cawe’

Presiden Joko Widodo

KORANPELITA.CO – Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Dr. Jerry Massie, MA., PhD., komentari surat terbuka Pakar Hukum Tata Negara Denny Indrayana yang ditujukan kepada Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI perihal pemecatan Presiden Jokowi.

Jerry Massie, Direktur Political and Public Policy Studies (P3S).

Dalam surat itu, Denny mengatakan bahwa Presiden Jokowi menggunakan kekuasaan dan sistem hukum yang ada, untuk menekan pimpinan partai politik dalam menentukan arah koalisi dan pasangan capres-cawapres menuju Pilpres 2024.

“Jokowi harusnya bisa legowo saat turun (tak lagi menjabat jadi presiden) pada 2024. Bukan malahan sibuk capres dan cawapres. Bapak presiden harus tahu tak ada dalam Undang-undang manapun presiden sibuk ngurus pencapresan berikutnya,” kata Jerry melalui sambungan telepon, Jakarta, Jumat (9/6/2023).

BACA JUGA:  Harlah Pancasila 2026, Gubernur Banten Ajak Perkuat Komitmen Kebangsaan di Peringatan Hari Lahir Pancasila

Jerry juga menilai mestinya Presiden Jokowi memberikan wejangan saja kepada siapapun pemimpin ke depan dan mengingatkan untuk lebih mengutamakan kepentingan rakyat bukan hanya kelompok maupun pribadi.

“Memang kalau Soekarno berjuluk Bapak Proklamator, Soeharto Bapak Pembangunan, BJ Habibie Bapak Otonomi, Gus Dur Bapak Toleransi, Susilo Bambang Yudhoyono Bapak Perdamaian,” katanya lagi.

“Untuk Presiden Jokowi akan dikenang sebagai bapak cawe-cawe,” ungkapnya singkat.

Menurutnya, kalau Jokowi ingin menjadi sahabat rakyat bukan musuh rakyat maka harus peduli, cinta rakyat dan berkorban untuk rakyat. Jangan munafik dan penuh kepalsuan.

“Kalau memang mau dicintai rakyat maka Jokowi harus peduli dan berkorban untuk rakyat bukan cawe-cawe pilpres 2024. Jangan manjadi orang munafik dan penuh kepalsuan,” tandasnya. (red1)

BACA JUGA:  Jam Kerja ASN Kota Jambi Berubah Kata Wali Kota H.Maulana Wajibkan Setor Poto Kegiatan Pagi Bersama Keluarga