Gubernur Jambi Al Haris Minta Kantor ART/BPN Percepat Proses Seterfikat Tanah Masyarakat

H Al Haris ,Gubernur Jambi.

Jambi,koranpelita.co – Gubernur Jambi H. Al Haris,  mengharapkan Sekda dan pejabat terkait untuk terus berkoordinasi dengan ART/BPN Kabupaten/kota di masing masing wilayah agar mempercepat proses sertifikat tanah yang diajukan masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan H. Al Haris saat pembukaan rapat koordinasi Tematik Sektor Pertanahan di Swiss Bell Hotel Jambi, Rabu (7/6/2023).

“Acara Rapat Koordinasi Tematik Sektor Pertanahan ini sangat luar biasa, karena sangat berhubungan dengan tugas dilapangan yang banyak  permasalahan  dapat segera  membantu  dalam menyelesaikannya,” ucap Al Haris

Al Haris mengajak semua pihak untuk bersama sama mencari solusi terhadap permasalahan yang ada, terutama masalah pertanahan di Provinsi Jambi. Banyak sekali sengketa tanah yang terjadi karena ada yang mengakui sebagai tanahnya dan tumpang tindih kepemilikan sehingga memicu sengketa ini perlu di verifikasi lagi sehingga memiliki payung hukum kepemilikan.

BACA JUGA:  Expert Goes to School, Terobosan Diskominfo Tangsel Cetak Talenta Digital Siap Kerja

BACA JUGA : TTGN XXIV 2023 di Bandar Lampung, Provinsi Banten Raih Penghargaan dan Juara 2 Unggulan Nasional

Al Haris menjelaskan, sejauh ini kinerja pihak     ART/BPN sudah masif dan maksimal, namun hal itu perlu di jalankan terus. ” Kinerjanya bukan tidak cepat, tapi membutuhkan proses dan perlu kehati hatian, walau sudah masif kerjanya, tetapi tetap jalan,” jelasnya

Lebih lanjut Al Haris mengatakan, walaupun banyak lahan pertanahan yang sudah di selesaikan, dan bahkan  memiliki sertifikat, tapi masih ada konflik konflik yang tidak bisa di hindari.

“Ada beberapa aitem yang masih perlu di selesaikan, konflik pertanahan perlu segera kita selesaikan, melalui rapat koordinasi ini Pemerintah Kabupaten/kota bisa berbagi pengetahuan tentang mengatasi permasalahan pertanahan yang ada di Provinsi Jambi,” ucapnya. (rizal).

BACA JUGA:  Direktur P3S, Jerry Massie : PSI Akan Bubar di 2029