Jelang Ramadhan, Pj Gubernur Banten Targetkan Harga dan Pasokan Komoditas Pokok Kondusif

Banten,koranpelita.co – Penjabat ((Pj) Gubernur Banten Al Muktabar menargetkan harga dan pasokan komoditas pokok di Provinsi Banten kondusif saat memasuki Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2023 dengan melakukan koordinasi dan kolaborasi ke semua pihak .

Hal itu diungkap oleh Al Muktabar usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia M Tito Karnavian secara virtual dari Pendopo Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Senin (13/2/2023).

“Baru saja kita mengikuti Rapat Inflasi yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri,  agenda mingguan kita mengecek harga, kemudian supply (pasokan, red) dan demand (permintaan, red).

Selain itu juga disampaikan berbagai informasi oleh Badan Pusat Statistik kemudian Badan Pangan Nasional, TNI dan Polri, serta berbagai stakeholders Kementerian Perdagangan untuk kita mendapat informasi secara menyeluruh atas keadaan kita.

BACA JUGA:  TMMD Sengkuyung Tahap III di Debong Kidul Resmi Selesai

“Ada di antara item-item itu, memperlihatkan perkembangan Provinsi dan Kabupaten/Kota di Indonesia,” tambah Al Muktabar.

**BACA JUGA: Polda Banten Tangkap Tujuh Tersangka Repacking  Beras Bulog Jadi Premium

Dari  data yang disampaikan dalam Rapat Koordinasi Inflasi itu, ada sedikit pergerakan dari permintaan dan pasokan pada beberapa bahan pokok.

“Tetapi kalau tadi saya kutip dari Menteri bahwa secara umum situasinya masih baik. Termasuk mendekati hari besar keagamaan. Mudah-mudahan ini terus kita jaga untuk kita bisa kondusif dari kebutuhan bahan pokok khususnya,” jelas Al Muktabar.

Al Muktabar manambahkan, tadi juga diberi ruang ada hal-hal yang secara teknis diperlukan untuk kita bisa mengajukan ke Badan Pangan Nasional. Dalam berbagai kesempatan saya juga menyampaikan bahwa kita juga mengalokasikan Belanja Tidak Terduga (BTT) yang tahun ini sebesar Rp79 miliar. Mudah-mudahan agenda-agenda itu tentu untuk menjawab berbagai hal yang bisa kita beri solusi bersama.

BACA JUGA:  Pemkot Tangsel Tertibkan Kabel Fiber Optik Ilegal di Sejumlah Ruas Jalan

Dalam arahannya, Mendagri M Tito Karnavian berharap kepada semua pihak dibantu TNI untuk bisa membantu gerakan menanam. TNI memiliki kemampuan yang luar biasa baik dari operasi sektornya.

“Gerakan tanam ini problem holtikultura, tanaman yang cepat dipanen tapi itu penyebab inflasi seperti cabai rawit, cabai merah, dan bawang merah. Itu jadi penyebab inflasi di mana-mana,” ungkapnya.

**BACA JUGA: Garuda Terbangkan 120 Tenaga Medis dan 20 Ton Bantuan Kemanusiaan Ke Turki

Dikatakan, TNI juga memiliki akses ke darerah-daerah sulit karena memiliki pesawat dan kapal. Sehingga dapat memfasilitasi warga-warga di pulau-pulau seperti saat membantu menyalurkan kebutuhan pokok ke Pulau Karimun Jawa. Termasuk daerah-daerah lain di Papua. Operasi teritorial diharapkan bisa membantu Pemerintah Daerah dalam menyalurkan bantuan sosial dan lain-lainnya.

BACA JUGA:  Belajar Bencana Jadi Seru !! Wali Kota Bekasi Resmikan Flying Fox di BPBD

“Melihat hasil diskusi kita, inflasi relatif terkendali di angka 5,28%. Tapi ada beberapa komoditas yang perlu kita waspadai, yakni beras terutama beras medium, minyak goreng. Itu kebutuhan kita. Kemudian juga cabai rawit, dan cabai merah. Ada beberapa daerah seperti gula pasir, emas perhiasan, dan tembakau/ rokok, itu yang menjadi penyumbang,” sebut Tito.(*/sam).