Impor Limbah Tanpa Ijin, PT Advence Recycle Technology Lunasi Denda Rp 4 Milyar

Tangerang,koranpelita.co – Majelis hakim PN Tangerang yang menyidangkan perkara lingkungan hudup menjatuhkan putusan kepada  PT. Advance Recycle Technology membayar denda sebesar Rp Rp 4 miliyar kerena terbukti memasukan limbah ke media lingkungan hidup Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Amar putusan majelis hakim PN Tangerang pada 15 Desember 2022 menyatakan  terdakwa  PT  Advance  Recycle  Technology yang diwakili CFO (Chief Finance Officer) terbukti  secara  sah  dan  meyakinkan  bersalah  melakukan  tindak  pidana  tanpa  izin  memasukan limbah ke media lingkungan hidup Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tegang waktu dua bulan sejak putusan diketuk terdakwa tidak dapat membayar  denda Rp 4 milyar  maka  harta  kekayaan  /  aset  milik  PT.  Advance  Recycle  Technology  dirampas  untuk dilelang sesuai ketentuan perundang-undangan.

**BACA JUGA: Kejagung Belum Sikapi Vonis Hakim Terhadap Terdakwa Richard Eliezer

Kajari Kota Tangerang Erich Folanda SH, M.Hum dalam siaran pers yang diterima koranpelita.co, Rabu (15/2/2023) menyebutkan,   pada Rabu tanggal 15 Februari 2023 sekitar pukul 12.10 WIB, PT Advance Recycle Technology dalam  hal  ini  diwakili  Jumanti  Djajaprana  selaku  CFO  (Chief  Finance  Officer)  sekaligus  dalam jabatannya  sebagai  General  Manager  telah  membayarkan  denda  sebesar  Rp4.000.000.000 melalui Bank BCA KCP Citra Towers Jakarta di Citra Towers North Tower Lt.01 No. Unit  01/GF  Jl.  Benyamin  Suaeb  Kavling  A6,  Kec.  Kemayoran  DKI  Jakarta  kepada  Bendahara  Penerima Kejaksaan Negeri Kota Tangerang berdasarkan putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tangerang  Nomor : 1606/PID.B/LH/2022/PN TNG tanggal 15 Desember 2022.

BACA JUGA:  Jaga Jakarta On The Spot, Cara Polres Metro Tangerang Kota Mendengar Keluhan Warga dari Dekat

Sebelumnya Kepala  Kejaksaan  Negeri  Kota  Tangerang mengeluarkan  Surat  Perintah  Pelaksanaan  Putusan  Pengadilan  (P-48)  Nomor  Print- 4767/M.6.11.3/Eku.3/12/2022  tertanggal  28  Desember  2022  kepada  Jaksa  Penuntut  Umum  untuk  melaksanakan  putusan  Majelis  Hakim  Pengadilan  Negeri  Tangerang  Nomor:1606/PID.B/LH/2022/PN  TNG  tanggal  15  Desember 2022 yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap (Inkragh).

Perkara lingkungan berawal import limbah yang dilakukan PT. Advance Recycle Technology   tidak  memiliki  API-P  (Angka  Pengenal  Importir Produsen) dan PI (Persetujuan Impor) sebagaimana syarat untuk melakukan impor limbah Non  B3  yang diatur  dalam  UU  No.7  Tahun 2014  tentang  Perdagangan  dan Permendag Nomor  31  Tahun  2016  tentang  Ketentuan  Impor  Limbah  Non  B3,  dimana  didalamnya  diatur  dalam  2  kelompok,  yaitu  kelompok A yang tidak menggunakan rekomendasi dari KLHK dan Kemenperin yaitu sisa scrap, dan  reja  logam  dan  kertas,  kemudian  kelompok  B  yang  menggunakan  rekomendasi  dari  KLHK  dan  Kemenperin  yaitu  sisa  scrap  dan  reja  plastik,  karet,  kaca,  tekstil/TPT.

BACA JUGA:  BNN Tangkap 2 WN Rusia di Bali, 7 Kg Narkotika Hashish Disita

**BACA JUGA: Kejagung Pentingkan JPU Berhasil Yakinkan Hakim Buktikan Pembunuhan Berencana Joshua

Sedangkan  limbah  elektronik  seperti  PCB  dan  baterai  bekas  tidak  diijinkan  untuk  diimpor  karena  masuk  dalam  kategori  electronic  waste, dan sesuai ketentuan Permendag Nomor 31 Tahun 2016 Pasal 19 menyebutkan bahwa apabila  limbah yang diimpor terbukti mengandung limbah B3, maka importer wajib mengekspor kembali limbah  tersebut  paling  lama  90  hari  sejak  kedatangan  barang  berdasarkan  dokumen  manifest,  namun  hal  tersebut tidak dilakukan PT. Advance Recycle Technology lakukan.

Sehingga  PT. Advance Recycle Technology  dinyatakan melanggar Pasal 105 jo Pasal 116 ayat (1) huruf a jo Pasal 118 jo Pasal 119 UU R.I.  No. 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Atau Pasal 106 jo Pasal  116 ayat (1) huruf a jo Pasal 118 jo Pasal 119 UU R.I. No. 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan  Pengelolaan Lingkungan Hidup. (sam).

BACA JUGA:  Ketua Umum HMI Cabang Tangerang Desak Usut Jual Beli Titik Program MBG