Dua Pelajar Bawa Sajam Jadi Tersangka Polsek Cikande Polda Banten

Serang,koranpelita.co – Serang-Polsek Cikande Polres Serang,Polda Banten ditetapkan sebagai tersangka dengan barang bukti  senjata tajam (sajam) jenis celurit dan samurai yang akan digunakan untuk tawuran di Simpang Asem, Kecamatan Cikande.

“Dua pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Cikande ditetapkan tersangka karena terbukti membawa senjata tajam,” kata Kapolsek Cikande Kompol Andhi Kurniawan, Selasa (6/12/2022).

Sementara itu, Panit 1 Reskrim Polsek Cikande Ipda Arifin Simbolon mengatakan, pelajar tersebut mengaku akan ke daerah Balaraja-Tangerang dan sengaja membawa senjata tajam sebagai persiapan dan menjaga diri. “Karena menurut pengakuannya mereka itu takut dihadang oleh kelompok lain,” ungkap Ipda Arifin Simbolon.

Dua tersangka saat ini sudah dilakukan penahanan di Rutan Polres Serang karena  membawa senjata tajam (Sajam) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Darurat No.12 Th 1951.

BACA JUGA:  [UPDATE] Erupsi Gunung Dukono: Tiga Orang Pendaki Masih Dalam Pencarian

Sementara tiga pelajar lainnya yang turut diamankan setatusnya masih saksi dan sudah dikembalikan pihak sekolah dan orang tua untuk dilakukan pembinaan.

Sebelumnya, sebanyak lima pelajar diamankan Polsek Cikande lantaran kedapatan membawa senjata tajam (sajam) di Simpang Asem Kecamatan Cikande, Sabtu (3/12/2022). Lima pelajar itu diduga hendak melakukan aksi tawuran.

Kapolsek Cikande mengatakan, peristiwa itu terjadi  sekitar pukul 11.00 Wib. Berawal dari laporan masyarakat yang menduga ada pelajar yang hendak melakukan tawuran, merespon laporan tersebut personel Polsek Cikande langsung melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan lima pelajar di Simpang Asem, Kecamatan Cikande dan dari pelajar tersebut juga diamankan barang bukti berupa dua senjata tajam berupa celurit dan samurai serta bendera komunitas.

BACA JUGA:  Program Jumat Curhat , Kapolres Metro Tangerang Kota Ajak Masyarakat Perangi Tawuran dan Obat Terlarang

“Dari pelajar yang diamankan kami juga mengamankan dua buah senjata tajam jenis celurit dan samurai yang diduga akan dipergunakan saat tawuran nanti serta bendera Komunitas,” sebutnya.

Meski demikian, Kompol Andhi Kurniawan memastikan, tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. Sebab lima pelajar yang diduga akan tawuran tersebut belum sempat bertemu dengan lawannya. (rls/sam).