
JAMBI, koranpelita.co – Gubernur Jambi, H. Al Haris, menegaskan Pemerintah Provinsi Jambi sangat berkomitmen dalam mengatasi permasalahan angkutan batu bara di Provinsi Jambi, salah satunya adalah membangun jalan khusus angkutan batu bara.
Hal tersebut ditegaskan Gubernur Haris pada Ground Breaking jalan khusus angkutan batu bara, yang berlangsung di Desa Sakean Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi, Kamis (01/09/2022).
Al Haris secara langsung membunyikan sirine untuk menandai awal pembangunan jalan khusus ini.
PT. Putra Bulian Propertindo yang melaksanakan pembangunan konstruksi jalan khusus angkutan batu bara sepanjang lebih kurang 143 kilometer dari kabupaten Sarolangun menuju Kabupaten Batanghari dan berakhir di Kabupaten Muaro Jambi.
Pelaksanaan pembangunan konstruksi jalan tersebut secara bertahap, untuk saat ini PT. Putra Bulian Propertindo melaksanakan pembangunan dengan rute Taman Rajo Kumpeh Ulu Sungai Gelam Mestong Kecamatan Bajubang – Kilangan sepanjang lebih kurang 83 kilometer.
Ground breaking jalan khusus angkutan batu bara ini merupakan salah satu komitmen nyata dari Pemerintah Provinsi Jambi dalam mengatasi permasalahan angkutan batu bara yang ada di Provinsi Jambi.
“Pembangunan jalan khusus angkutan batu bara ini adalah momen yang telah kita nantikan bersama,” ujar Haris.
Rencana spesifikasi jalan khusus ini nantinya memiliki kekuatan jalan yang dapat menahan beban lebih kurang 120 ton dan dapat digunakan disegala cuaca dengan kecepatan minimum 50 km/jam serta tingkat debu yang relatif rendah sehingga rendah polusi.
Gubernur menerangkan, untuk pembangunan tahap awal ini, PT. Putra Bulian Propertindo akan membangun jalan khusus tersebut sepanjang lebih kurang 83 kilometer dari Dusun Mudo sampai ke Kilangan. Jika pembangunan jalan ini selesai, Pemerintah Kabupaten Batanghari akan membangun jalan alternatif angkutan batu bara yang menyambung dari Kilangan Tempino Kotoboyo sehingga jalan khusus angkutan batu bara ini semuanya tersambung.
“Saya mengharapkan dukungan dari semua pihak agar pembangunan jalan khusus angkutan batubara ini berjalan dengan baik, lancar dan aman, khususnya dukungan dari masyarakat yang wilayahnya dilalui jalur tersebut,” pungkasnya.
“Pembangunan jalan khusus angkutan batu bara ini menjadi salah satu solusi kedepannya dalam mengurai kemacetan lalu lintas dari tembesi menuju Jambi,” terangnya.
Pembangunan jalan khusus batu bara ini akan memberikan dampak yang positif terhadap perekonomian Provinsi Jambi, karena distribusi batu bara menuju pelabuhan menjadi lebih lancar. Dampak positif lainnya adalah mengurangi angka kecelakaan dan kemacetan lalu lintas yang selama ini terjadi akibat truk angkutan batubara yang melintasi jalan umum.
“Saya mengharapkan keseriusan perusahaan untuk segera mewujudkan pembangunan jalan khusus angkutan batu bara di Provinsi Jambi, karena jika jalan khusus ini selesai dibangun, maka kerusakan jalan umum akan berkurang secara signifikan, yang selama ini truk angkutan batubara melewati jalan umum,” ungkapnya.
“Kedepannya, truk angkutan batu bara tidak boleh lagi melintasi jalan umum tapi akan diarahkan melalui jalan khusus yang tahap pembangunannya saat ini telah berjalan,” tandasnya. (Rzl)


