Majalengka, koranpelita.co-
Pondok pesantren Azzakiyatussholihah menggelar Wisuda Tahfidz ke-1 dan Purna Santri Kelas IX SMP IT Azzakiyatussholihah, Kamis (14/07/2022) di Talaga Majalengka.
Seluruh warga pesantren termasuk orangtua wali santri menyambut sukacita wisuda perdana dengan menampilkan kebolehan para wisudawan-wisudawati dalam menghapal, tilawah dan memahami Al-Qur’an.
Acara dihadiri para sesepuh pesantren Hj Sholihah dan Hj Uum Munati, pengasuh pesantren KH Ahmad Zacki Burhani, Kepala Sekolah SMP IT Azzakiyatussholihah Cecep Karim, Komite Sekolah Hendi Sholahudin Amri. Turut hadir; Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Majalengka, HM Risan, Staf Ahli bupati bidang Kemasyarakatan dan SDM Kabupaten Majalengka Agus Suratman, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Majalengka Dhora Darojatin dari Fraksi PKS, Camat Talaga Dani Lutfi Daniar, Kades Campaga Ruslan, dan sejumlah tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya Cecep Karim kembali menegaskan harapannya agar orangtua wali santri teguh pada keyakinan membulatkan tekad untuk memondokkan anak bukan menyekolahkan.
“Jadikan ke pesantren untuk mondok sambil sekolah jangan sebaliknya,” kata Cecep.
Bagi wisudawan yang telah lulus, cecep Karim juga berharap agar para alumni tetap meneruskan kembali ke pesantren. “Tetap kembali ke pondok agar mendapat ilmu agama dan ilmu pengetahuan,” katanya menambahkan.
Hal senada juga diamini Kasi Bimas Islam HM Risan, mengirim anak ke pesantren berarti membawa keberkahan juga buat sekolah.
“Lebih baik ke pondok pesantren, banggalah orangtua yang anaknya mondok. Jangan minder jadi santri, tapi banggalah,” katanya. “Inilah investasi besar orangtua,” ujarnya lagi seraya menguatkan bahwa para hapidz kelak akan menggiring orangtuanya masuk ke surga.
HM Risan juga membahkan dirinya merasa bangga dengan pesantren Azzakiyatussholihah. Kebanggaan itu karena pesantren Azzakiyatussholihah telah mengangkat kebanggaan Majalengka dengan prestasi nasional dan internasional yang mengutamakan pembinaan putra daerah.
Hal senada juga diungkapkan Staf Ahli Bupati Agus Suratman yang meyakini kenaikan peringkat Kabupaten Majalengka dalam lomba MTQ tingkat Provinsi Jawa Barat tidak terlepas dari upaya lebih mengutamakan putra daerah dan tidak lagi menggunakan tilawah dari daerah lain.
“Konsep menggunakan putra daerah dalam lomba MTQ sebenarnya telah digagas oleh bupati Majalengka sebelumnya,” kata Agus.
Di bagian akhir sambutan, pengasuh Pesantren KH Ahmad Zacki Burhani mengingatkan kepada para santri agar siap menderita hidup di pesantren dan harus cape jika ingin meraih sukses. “Jangan bermimpi menjadi santri sukses jika niatnya ingin bersenang-senang,” ujarnya. (zis).



