Bekasi,koranpelita.co ||| Akibat tingginya curah Hujan Satgas Citarum Harum Sub 4 Sektor 20 Babinsa Koramil 13 Kedungwaringin Koptu Wardi Sosialisasikan keberadaan Sungai Citarum kepada masyarakat kampung Blok Empang RT 11/04 Desa Kedungwaringin Kecamatan Kedungwaringin Kabupaten Bekasi Senin 14/3/2022
Dalam jumpanya Bersama Warga Koptu Wardi menuturkan Dampak Pencemaran Sungai Citarum juga memiliki dampak terhadap keberlangsungan hidup masyarakat yang bergantung terhadap kualitas air dan keberlangsungan kondisi di sepanjang daerah aliran sungai,” Ucap Wardi
Ketika bersosialisasi Koptu Wardi juga memaparkan, kalau, Sebagian warga bahkan sudah terkena dampak tercemarnya Citarum, seperti terkena penyakit kulit, infeksi, saluran pernapasan terganggu, dan batuk karena efek bau busuk yang menyengat dari air sungai,” Terang Wardi
Koptu Wardi menambahkan Berdasarkan Perpres No. 15 Tahun 2018 tentang percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan Citarum, penyadaran masyarakat akan PHBS menjadi hal penting dilakukan,” katanya Wardi
Lebih lanjut Citarum yang memiliki panjang 297 KM dari hulunya di Cisanti Kabupaten Bandung hingga muaranya di Muara Gembong Kabupaten Bekasi, harus dikembalikan manfaatnya untuk sekitar 27 juta jiwa.
Untuk itu Saya Selaku Babinsa Koramil 13 Kedungwaringin sebagai Satgas Citarum Harum Berpesan agar tidak membuang sampahnya ke aliran sungai, karena dapat mencemari air sungai
Untuk itu “Manfaat Citarum harus sebesar-besarnya dikembalikan untuk kehidupan 27 juta jiwa yang memanfaatkan sungai ini untuk berbagai kebutuhan baik pengairan, maupun sumber baku air bersih,” jelasnya.



