Bekasi,koranpelita.co ||| Tekan Protokol Kesehatan Koramil 13 Kedungwaringin Kodim 0509 Kabupaten Bekasi di massa Pandemi terus melakukan mekanisme koordinasi, pengawasan dan evaluasi pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala Mikro. Posko ini memiliki 4 fungsi, yakni untuk pencegahan, penanganan, pembinaan, dan pendukung pelaksanaan penanganan COVID-19 di tingkat kecamatan dan Pelosok Desa
PPKM sendiri diperpanjang dengan cakupan 123 Kabupaten/Kota di Jawa dan Bali, berjalannya Pandemi selama 2 tahun lebih hingga saat ini bersamaan dengan penguatan 3T (tes, telusur, tindakan) dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sudah di lakukan oleh satgas Covid 19 Gabungan se-kabupaten Bekasi
Tapi ternyata masih saja di temukan pelanggaran pengguna jalan yang d tidak memakai masker ,” Ujar Serda Jaenudin saat menggelar operasi PPKM
Serda Jaenudin selaku Babinsa Koramil 13 Kedungwaringin dalam jumpanya memaparkan bahwa sebagai Bintara Pembina Desa dalam melaksanakan PPKM ada 3 tugas,” ucapnya
Adapun tugas yang pertama menurut Serda Jaenudin adalah bagaimana agar masyarakat dapat teredukasi dan memiliki pemahaman untuk dapat melaksanakan protokol kesehatan, seperti mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.
Dalam hal ini, penerapan disiplin protokol kesehatan selama masa pandemi Covid-19 menjadi penting. Sebab, perantara atau pembawa virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 adalah manusia dan tidak ada seorang pun yang kebal terhadap Covid-19.”Pertama harus bisa mengedukasi tentang protokol kesehatan kepada masyarakat,” jelas Jaenudin
“Karena virus ini pembawanya adalah manusia. Oleh karena itu manusia ini yang harus dibentengi terlebih dahulu,” tambahnya.
Kemudian tugas yang kedua adalah bagaimana agar masyarakat yang terkonfirmasi Covid-19 dengan kondisi tanpa gejala atau OTG bersedia menjalani isolasi mandiri di tempat isolasi terpusat yang disediakan Satgas Penanganan Covid-19 di daerah.
Dalam hal ini, Serda Jaenudin menjelaskan bahwa pasien OTG sangat berpotensi menularkan Covid-19 kepada anggota keluarga apabila menjalani isolasi mandiri di rumah. Sehingga kondisi tersebut kemudian menjadi salah satu penyebab tingginya angka penularan Covid-19,Oleh sebab itu, Serda Jaenudin menyarankan agar pasien OTG dapat melakukan isolasi di tempat yang sudah tersedia dengan harapan agar kesehatan pasien lebih terjamin dan angka penularan dari klaster keluarga dapat ditekan.
“Ini yang membuat perkembangan virus ini makin banyak karena menyebar di antara keluarga dan komunitas. Supaya tidak terjadi seperti itu, maka yang sakit harus dipisahkan dari yang sehat, harus diisolasi,” jelas Jaenudin
Berikutnya, tugas dan peran Posko PPKM Mikro yang ketiga adalah dapat mendukung pelaksanaan program vaksinasi agar kekebalan kelompok atau herd immunity dapat tercapai.
Melalui program vaksinasi, maka seseorang akan memiliki kekebalan tubuh yang dapat melindungi diri dari risiko terburuk Covid-19.
“Yang ketiga, membantu program pemerintah nanti di dalam vaksinasi. Paling tidak untuk pendataan, kami Selaku personel Babinsa terus melakukan, sosialisasi masyarakat untuk menuju ke Faskes vaksin, ataupun nanti ada serbuan vaksin dari TNI/Polri, ada lagi konsep metode door to door vaksin, banyak sekali yang sudah kita kerjakan,”Papar Jaenudin
Dari ketiga poin tugas tersebut, Serda Jaenudin sangat berharap agar kemudian pelaksanaan PPKM hingga turun ke jalan untuk upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 di kecamatan Kedungwaringin dapat berhasil sesuai harapan, sehingga tidak ada lagi penanganan pasien di rumah sakit maupun tempat-tempat isolasi.
“Konsep penanganan Covid-19 adalah harus mencegah dari hulunya. Artinya dari RT, RW dari desanya. Dari perorangan, komunitas, RT, RW, desa sampai ke atas,” Pungkasnya Jaenudin



