Bekasi,koranpelita.co ||| Menurut Catatan, Data World Health Organization (WHO) atau badan kesehatan dunia yang dikutip oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan Indonesia berada pada urutan Ke-17 dari 237 negara dan wilayah dengan kasus Covid 19 tertinggi.
Berdasarkan data yang diterima, terkait perkembangan paparan COVID-19 di tataran global, jumlah kasus konfirmasi di Tanah Air mencapai 5.197.505.
Terkait hal itu sebagai upaya menekan angka penyebaran Covid-19 Peltu Dede Sonjaya dan Sertu Toto Haryanto Babinsa Koramil 01 Tambun Monitoring Vaksinasi Lansia
Kegiatan Vaksin Lansia tersebut berlangsung Lingkungan Rw 002 Kelurahan Jatimulya Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi Pada Senin 21/2/2022
Kapus Ibu Erninda Sianturi.Amd itu mengatakan, selain membuka gerai vaksin Covid-19, Puskesmas kelurahan Jatimulya juga menggelar vaksinasi yang dilakukan dari rumah ke rumah (door to door” imbauanya
Kegiatan tersebut di hadiri oleh Petugas Kelurahan Jatimulya Trantib Oo Sudimin, Staf Trantib Asep Nurahelmi, Kapus Ibu Erninda Sianturi.Amd, Bidan, Jojor Debora Perawat Loli Pasaribu Perawat Tuti Kurniasih, Babinsa Kelurahan Jatimulya, Babinkamtibmas, Ketua Rw 003, Ketua Rt 004
Sementara Ketika di wawancarai awak media Babinsa Petu Dede sonjaya menjelaskan Pemberian vaksin pada kelompok lansia diharapkan bisa ikut melindungi orang lain yang belum mendapat vaksin, yakni mencegah terjadinya infeksi dan penularan atau mencegah gejala berat yang berakibat fatal jika mereka tetap terinfeksi virus. Selain itu, orang yang sudah divaksin dan beraktivitas di luar rumah diharapkan tidak membawa virus penyebab penyakit ke dalam rumah. Pasalnya, kini kluster keluarga dilaporkan lebih banyak terjadi daripada kluster perkantoran atau yang lainnya.”ucap Dede Sonjaya
Kapuskes Menambahkan dari, hasil uji klinis vaksin terhadap lansia disebut menunjukkan dampak yang sedikit berbeda dengan kelompok usia lebih muda. Diduga faktor siklus imunitas berperan dalam hal ini dan memengaruhi efektivitas dari vaksin. Seiring bertambahnya usia, tubuh manusia umumnya akan mengalami transformasi atau perubahan, termasuk pada kekebalan tubuh.
Akibat kekebalan cenderung mengalami penurunan, maka ini akan berpengaruh pada respons tubuh saat menerima pengobatan, dalam hal ini vaksin corona. Dengan kata lain, ada kemungkinan vaksin akan lebih bekerja lebih baik pada orang-orang yang berusia lebih muda. Meski begitu, vaksin untuk lansia tetaplah diperlukan, karena pada dasarnya merekalah yang sangat mungkin mengalami gejala yang lebih berat jika terinfeksi virus corona.”papar Kapuskes
Selagi menunggu untuk mendapatkan giliran vaksin, penting agar kamu membantu para lansia yang tinggal bersamamu untuk tetap menerapkan pola hidup sehat. Biasakan untuk mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, rutin cuci tangan, menerapkan physical distancing, serta mengenakan masker saat keluar rumah.” Pungkasnya



