World Cleanup Day Kabupaten Bekasi Bersihkan Sungai Sekunder, Dukung Ketahanan Pangan

BEKASI, koranpelita.co — World Cleanup Day (WCD) Kabupaten Bekasi menggelar aksi Gerakan Irigasi Bersih untuk mendukung swasembada dan ketahanan pangan dengan membersihkan sungai sekunder di wilayah Desa Karangbahagia, Kabupaten Bekasi, Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari karya bakti TNI yang mengedepankan semangat pengabdian kepada masyarakat melalui kerja sama dan gotong royong lintas sektor.

Aksi ini melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, UPTD Wilayah 4, PJT II Lemahabang, Kodim 0509 Kabupaten Bekasi, Polsek Cikarang Utara, Satpol PP, para penjabat kepala desa, kepala desa terpilih, relawan, warga, serta petani setempat.

Kepala DLH Kabupaten Bekasi Syafri Donny Sirait mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurut dia, kepedulian bersama untuk menjaga dan memelihara sungai sangat penting karena aliran air menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat, khususnya petani.

Ia menekankan, sungai sekunder memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan dan produktivitas lahan pertanian. Namun, aliran air dapat terhambat akibat penumpukan sampah, tanaman liar seperti eceng gondok, serta sedimentasi lumpur.

BACA JUGA:  Dinsos Bekasi Latih Warga Sukajadi Siaga Bencana

Karena itu, pembersihan sungai perlu dilakukan secara rutin agar distribusi air ke area persawahan berjalan lancar dan merata, termasuk lahan pertanian yang berada di wilayah hilir.

“Pembersihan sungai juga penting untuk meminimalkan risiko gagal panen akibat kekeringan maupun banjir,” demikian pesan yang disampaikan Syafri kepada jajaran DLH dan WCD Kabupaten Bekasi dalam audiensi sebelum kegiatan berlangsung.

Salah satu Petani bernama Sarba, warga Desa Karangbahagia yang mewakili petani, mengeluhkan kondisi aliran air yang dinilai tidak lagi berfungsi secara maksimal untuk kebutuhan tanaman, terutama saat musim kemarau.

Ia berharap pemerintah segera menangani persoalan kualitas dan kuantitas air agar kebutuhan irigasi pertanian terpenuhi. Menurut dia, ketersediaan air yang memadai menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga keberlangsungan usaha tani dan perekonomian masyarakat desa.

BACA JUGA:  Buka Turnamen Padel Piala Wali Kota, Tri Adhianto Bidik Bibit Atlet Muda Bekasi

Sarba menegaskan, penyelesaian persoalan irigasi diperlukan agar aktivitas pertanian dapat berjalan normal dan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga.

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Danramil yang hadir mewakili Dandim 0509 Kabupaten Bekasi menyampaikan bahwa keterlibatan TNI merupakan bentuk dukungan terhadap kegiatan karya bakti yang diselenggarakan WCD Kabupaten Bekasi.

Ia menegaskan, TNI siap membantu masyarakat dan memperkuat kedekatan dengan warga, termasuk dalam upaya mewujudkan swasembada dan ketahanan pangan.

Selain mendukung pembersihan sungai, ia mengajak masyarakat mengelola sampah secara bijak dan tidak membuang sampah ke sungai karena dapat menghambat aliran air serta merusak lingkungan.

Libatkan Berbagai Komunitas Relawan

Ketua WCD Kabupaten Bekasi, Jo Suseno, mengapresiasi kolaborasi berbagai komunitas relawan yang selama ini aktif mendukung kegiatan lingkungan dan aksi sosial.

Komunitas yang terlibat antara lain Relawan Sahabat Indonesia (RSI), TAKSI, Al Ummahat Peduli, Gerakan Sedekah Jumat (GSJ), Komunitas Rela Baik, RANTING, SADARAH, Kita Muda Indonesia, Katana Wanasari, Katana Telaga Asih, Destana Sukadanau, Destana Karangraharja, dan Pastemu.

BACA JUGA:  Sekolah Rakyat Bekasi, Upaya Putus Rantai Kemiskinan

Jo Suseno berharap semangat kolaborasi tersebut dapat memperluas partisipasi masyarakat dalam kegiatan bersih-bersih sungai serta mendorong kebiasaan mengelola sampah secara bertanggung jawab di lingkungan masing-masing.

Menurut dia, keterlibatan relawan dan masyarakat menjadi modal penting untuk menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

Melalui Gerakan Irigasi Bersih ini, WCD Kabupaten Bekasi bersama pemerintah, TNI-Polri, relawan, petani, dan masyarakat berharap aliran irigasi dapat terjaga, kebutuhan air pertanian terpenuhi, serta upaya mewujudkan swasembada dan ketahanan pangan semakin kuat. (Hrs).