Kota Tangerang,koranpelita.co – Data yang akurat menjadi kunci terwujudnya pembangunan yang berkualitas dan tepat sasaran. Melalui data yang valid dan mutakhir, pemerintah dapat memetakan kebutuhan masyarakat, menetapkan prioritas, serta merumuskan kebijakan yang lebih terukur dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.A
Hal tersebut ditegaskan Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono, saat membuka Pelatihan Teknis Substantif 17 tentang Pengelolaan Data Pemerintah Kota Tangerang Tahun 2026 di Graha Bhakti Karya, Modernland, Kota Tangerang, Selasa (20/10/2026).
“Keberhasilan pemerintahan tidak diukur dari seberapa banyak data yang dimiliki, tetapi dari seberapa tepat data tersebut digunakan untuk menghasilkan kebijakan dan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Maryono.
Menurutnya, data bukan sekadar kumpulan angka atau dokumen administratif, melainkan dasar penting dalam menentukan arah pembangunan. Data yang tidak akurat berpotensi membuat kebijakan meleset dari kebutuhan, sedangkan data yang valid dapat membantu pemerintah mengambil keputusan secara lebih efektif dan sesuai dengan kondisi di lapangan.
Oleh karena itu, Maryono meminta seluruh perangkat daerah untuk memastikan proses pengelolaan data dilakukan secara cermat dan bertanggung jawab, mulai dari pengumpulan, pengolahan, pemutakhiran, hingga pemanfaatannya dalam perencanaan dan evaluasi pembangunan.
“Pastikan data yang kita gunakan benar-benar menggambarkan kondisi masyarakat. Dengan begitu, program yang direncanakan tidak hanya terlaksana, tetapi juga tepat sasaran dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya keterpaduan data antarperangkat daerah agar perencanaan pembangunan berjalan selaras dan didukung informasi yang konsisten. Dengan data yang berkualitas, pemerintah dapat menentukan prioritas secara lebih tepat, mengukur capaian secara objektif, serta mengevaluasi efektivitas program yang telah dijalankan.
Melalui pelatihan tersebut, Maryono berharap para peserta dapat meningkatkan kompetensi dalam mengelola data sekaligus memperkuat budaya kerja berbasis data di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang.
“Pembangunan yang berkualitas harus dimulai dari data yang akurat. Dengan data yang benar, kita dapat mengambil kebijakan yang tepat, menentukan program sesuai kebutuhan, dan memastikan setiap langkah pembangunan benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat maupun bagi lingkungan,” tutup Maryono.
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti 40 peserta dari berbagai perangkat daerah. Kegiatan menghadirkan narasumber dari Kementerian PPN/Bappenas, BPS Kota Tangerang, Swiss German University, serta Widyaiswara BPSDM Provinsi Banten. (*/sul).



