Sekolah Rakyat Bekasi, Upaya Putus Rantai Kemiskinan

Open House Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bekasi yang digelar di Aula SRT 1, Desa Sukamahi Cikarang Pusat, Sabtu (17/10/2026).

Bekasi, koranpelita.co – Pemerintah Kabupaten Bekasi memperkuat dukungan terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Bekasi sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Melalui kolaborasi lintas sektor, program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga membuka jalan bagi keluarga untuk anak didik maju dan berkembang, dan mampu bersaing di tiap perkembangan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Open House Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bekasi yang digelar di Aula SRT 1 Kabupaten Bekasi, Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkenalkan program pendidikan, sistem pembelajaran, serta pola pembinaan siswa kepada para pemangku kepentingan sekaligus memperkuat sinergi dalam mendukung keberlangsungan sekolah.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bekasi, Nilam Andini, S.Pd., mengatakan, kegiatan Open House bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai karakteristik Sekolah Rakyat yang secara khusus menyasar anak-anak dari keluarga pada kelompok kesejahteraan desil 1 dan desil 2.

“Sekolah Rakyat ini memiliki kekhususan. Siswa tidak mendaftar secara mandiri seperti di sekolah pada umumnya, tetapi melalui proses penjaringan dengan melibatkan pihak terkait. Program ini hadir untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak yang memiliki keterbatasan ekonomi agar tetap memperoleh pendidikan dan pembinaan yang layak,” ujarnya.

BACA JUGA:  Dinsos Bekasi Latih Warga Sukajadi Siaga Bencana

Menurut Nilam, Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik, tetapi juga pembentukan karakter, pendampingan, dan pengembangan potensi siswa. Melalui pendekatan tersebut, kata dia, anak didik diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, kompeten, dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya di masa depan.

Saat ini, SRT 1 Kabupaten Bekasi menampung 350 siswa. Dukungan tenaga pendidik dan kependidikan juga terus diperkuat, termasuk melalui kehadiran guru hasil rekrutmen Kementerian Sosial serta dukungan Pemerintah Kabupaten Bekasi pada tahap awal penyelenggaraan.

Nilam menyampaikan apresiasi, atas dukungan pemerintah daerah, mulai dari fasilitasi lokasi hingga bantuan dalam pemenuhan kebutuhan operasional sekolah. Meski demikian, penambahan jumlah siswa pada tahun berikutnya perlu diimbangi dengan penguatan sumber daya manusia dan dukungan sarana prasarana.

Ia berharap kolaborasi dengan perangkat daerah dan dunia usaha dapat diperluas, khususnya dalam menyiapkan keterampilan siswa menjelang kelulusan.

“Kami berharap pemerintah daerah maupun perusahaan yang ada di Kabupaten Bekasi dapat berkontribusi sesuai bidang masing-masing, misalnya melalui pelatihan vokasi dan pengembangan keterampilan. Harapannya, setelah lulus anak-anak memiliki bekal untuk bekerja, membantu keluarganya, dan tidak kembali terjebak dalam kemiskinan,” katanya.

BACA JUGA:  Asep Surya Atmaja Siap Lanjutkan Pembangunan Kabupaten Bekasi

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, Nur Layela, menegaskan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui akses pendidikan bagi kelompok yang membutuhkan perhatian khusus.

Menurutnya, kebutuhan keluarga kurang mampu tidak berhenti pada pemenuhan sandang dan pangan. Pendidikan juga menjadi kebutuhan mendasar untuk membangun masa depan anak-anak agar memiliki kompetensi, kemandirian, serta peluang kehidupan yang lebih baik.

“Melalui Sekolah Rakyat ini anak-anak kita memiliki kompetensi, dapat membanggakan keluarga, dan ke depan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Kami juga berharap dukungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah terus berlanjut agar manfaat program ini semakin luas,” ujarnya.

Nur Layela menambahkan, Dinas Sosial Kabupaten Bekasi juga memiliki program pemberdayaan yang dapat mendukung peningkatan kemandirian ekonomi keluarga, antara lain melalui bantuan sosial dan fasilitasi modal usaha sesuai ketentuan serta kriteria penerima manfaat.

BACA JUGA:  Normalisasi CBL dan Perbaikan Jembatan Dikebut di Cibitung

Ia menjelaskan, penyelenggaraan Sekolah Rakyat membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Dukungan perangkat daerah, termasuk dalam pemenuhan sarana prasarana, layanan pendukung, dan kebutuhan teknis lainnya, menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif bagi siswa.

Melalui kegiatan Open House ini, sinergi antara pengelola sekolah, pemerintah daerah, masyarakat, dan dunia usaha diharapkan semakin kuat. Kolaborasi tersebut menjadi penting agar pendidikan yang diterima siswa dapat berlanjut pada peningkatan keterampilan, kemandirian ekonomi, serta kesempatan memperoleh pekerjaan setelah lulus.

Dengan demikian, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bekasi diharapkan tidak sekadar menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan, pemberdayaan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. (D nu).