
Bekasi, koranpelita co – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Bekasi, Jiovanno Nahampun, S.H., menilai peringatan Hari Santri Nasional 2026 harus menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi santri dalam pembangunan bangsa.
Menurut Jiovanno, santri tidak hanya memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi juga harus mampu mengambil bagian dalam menjawab tantangan zaman, mulai dari perkembangan teknologi hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Santri harus menjadi bagian penting dari kekuatan bangsa. Selain memiliki fondasi ilmu agama dan akhlak yang kuat, santri juga perlu menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, serta keterampilan agar mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat dan negara,” demikian pesan Jiovanno Nahampun, untuk Hari Santri Nasional 2026. Saat ditemui koranpelita.co, Kamis (22/10/2026).
Ia menilai, tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks. Perubahan teknologi, derasnya arus informasi, dan persaingan global menuntut generasi santri untuk terus belajar, beradaptasi, serta menjaga karakter di tengah perkembangan zaman.
“Santri tidak boleh tertinggal dalam menghadapi perubahan. Kemampuan beradaptasi harus berjalan beriringan dengan integritas, kedisiplinan, toleransi, dan semangat kebangsaan. Dengan begitu, santri dapat menjadi generasi yang berilmu sekaligus memiliki kepedulian sosial,” terangnya.
Jiovanno juga menempatkan tema Hari Santri Nasional 2026, “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, sebagai pengingat bahwa pembangunan bangsa membutuhkan generasi yang berkualitas, berkarakter, dan memiliki daya saing.
Menurutnya, cita-cita Indonesia Emas tidak cukup hanya mengandalkan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Peningkatan kualitas pendidikan, pembentukan karakter, serta pemerataan kesempatan bagi generasi muda juga harus menjadi perhatian.
“Menuju Indonesia Emas membutuhkan sumber daya manusia yang unggul. Karena itu, santri harus diberikan ruang dan kesempatan untuk berkembang, meningkatkan kompetensi, serta berpartisipasi dalam berbagai bidang pembangunan,” jelasnya.
Ia berpandangan, pesantren memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya memahami nilai-nilai agama, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat modern.
Karena itu, penguatan pendidikan pesantren perlu berjalan seiring dengan pengembangan keterampilan, literasi digital, kewirausahaan, dan penguasaan ilmu pengetahuan.
Bagi Kabupaten Bekasi, penguatan kualitas generasi muda menjadi relevan di tengah perkembangan wilayah sebagai kawasan industri dan pusat pertumbuhan ekonomi. Santri memiliki peluang untuk berkontribusi dalam berbagai sektor, sepanjang didukung pendidikan dan akses pengembangan kemampuan yang memadai.
Jiovanno menilai, peringatan Hari Santri seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial dan ucapan selamat. Semangat tersebut perlu diwujudkan melalui perhatian berkelanjutan terhadap pendidikan, pemberdayaan pesantren, dan peningkatan kapasitas generasi muda.
“Semangat Hari Santri harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Santri perlu didukung agar memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan mengambil peran dalam pembangunan. Dengan demikian, kontribusi santri dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.
Jiovanno Nahampun, yang juga menjabat Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi, mengangkat tema Hari Santri Nasional 2026 sebagai momentum untuk memperkuat semangat kebangsaan dan mendorong generasi santri ikut membangun masa depan Indonesia. (Dodo.Z).


