Bandara Soetta,koranpelita.co – Maskapai nasional Garuda Indonesia mengintensifkan langkah mitigasi operasional menyusul dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia yang berpotensi memengaruhi jarak pandang dan kelancaran penerbangan. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Perusahaan untuk senantiasa mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan.
Melalui koordinasi intensif bersama otoritas penerbangan, AirNav Indonesia, BMKG, dan pengelola bandar udara, Garuda Indonesia terus memantau perkembangan kondisi operasional secara berkala. Sejumlah langkah mitigasi disiapkan, mulai dari penyesuaian jadwal, penundaan keberangkatan, pengalihan ke bandara alternatif (divert), hingga pembatalan penerbangan apabila diperlukan berdasarkan evaluasi risiko dan standar keselamatan yang berlaku.
Garuda Indonesia memastikan keselamatan penumpang dan awak pesawat menjadi fokus dalam mengambil keputusan penyesuaian penerbangan. Lebih lanjut, pengambilan keputusan tersebut dilakukan berdasarkan asesmen risiko secara menyeluruh dengan mempertimbangkan kondisi aktual di lapangan dengan melakukan koordinasi intensif bersama pemangku kepentingan penerbangan.
Sejalan dengan langkah mitigasi tersebut, Garuda Indonesia turut mengoptimalkan penanganan penumpang terdampak (service recovery) melalui penyampaian informasi jadwal secara berkala, pendampingan layanan, serta fasilitasi alternatif perjalanan, termasuk penjadwalan ulang (rescheduling) maupun pengembalian biaya tiket (refund) sesuai kondisi penerbangan dan ketentuan yang berlaku. Seluruh mekanisme penanganan dilaksanakan dengan memperhatikan hak penumpang serta ketentuan regulasi penerbangan yang berlaku.
Garuda Indonesia mengimbau penumpang untuk memeriksa status penerbangan secara berkala melalui www.garuda-indonesia.com, aplikasi resmi Garuda Indonesia, atau Contact Center 24 jam di 0804 1 807 807, sebelum menuju bandara. (*/sul).



