Kodam Jaya,koranpelita.co – Di tengah aktivitas jalanan yang tak pernah sepi, komunitas ojek online (ojol) menjadi salah satu mata dan telinga masyarakat. Mereka bergerak dari satu tempat ke tempat lain, berinteraksi langsung dengan warga, sekaligus bersentuhan dengan berbagai persoalan sosial di lingkungan.
Peran tersebut menjadi perhatian Komandan Kodim (Dandim) 0510/Tigaraksa Letkol Inf Yudho Setyono S.H., saat menggelar kopi darat (kopdar) bersama komunitas Keluarga Besar Grab Bike (KBGB) Citra Raya di Basecamp KBGB, Kampung Kadu Sabrang RT 05/02, Desa Cikupa, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Selasa (25/8/2026).
Kegiatan tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi tetapi menjadi ruang komunikasi antara aparat kewilayahan, komunitas ojol, tokoh masyarakat, dan warga untuk membicarakan keamanan lingkungan sekaligus kondisi sosial yang dirasakan masyarakat.
Dandim mengajak komunitas ojol untuk ikut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Ia meminta setiap potensi gangguan keamanan di lingkungan segera dikoordinasikan dengan Babinsa maupun aparat kewilayahan.
“Kalau ada hal-hal yang mengganggu Kamtibmas, segera dilaporkan kepada Babinsa. Kita harus menjaga kondisi wilayah bersama-sama, karena keamanan lingkungan pada akhirnya juga untuk kepentingan kita sendiri,” ujar Dandim dalam arahannya.
Bagi Dandim, keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan memiliki arti penting. Komunitas ojol memiliki mobilitas tinggi dan berada dekat dengan aktivitas warga sehingga informasi mengenai situasi lingkungan dapat diperoleh lebih cepat.
Karena itu, komunikasi menjadi kunci. Aparat tidak dapat bekerja sendiri, sementara masyarakat membutuhkan saluran yang jelas untuk menyampaikan informasi ketika menemukan potensi gangguan keamanan.
Pesan lain yang ditekankan Dandim adalah pentingnya menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang dapat memecah hubungan sosial.
“Kita jangan mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Jangan sampai masyarakat diadu domba. Yang paling penting adalah menjaga kebersamaan dan situasi wilayah tetap kondusif,” katanya.
Kopdar tersebut juga diwarnai kepedulian sosial melalui pembagian paket sembako kepada masyarakat. Bantuan yang diberikan meliputi beras 5 kilogram, gula 1 kilogram, tepung terigu 1 kilogram, teh celup satu kotak, kecap 250 mililiter, dan minyak goreng 1 kilogram.
Bantuan tersebut menjadi pelengkap dari komunikasi yang dibangun. Di tengah dinamika harga kebutuhan pokok dan tekanan ekonomi rumah tangga, bantuan pangan dinilai dapat memberikan manfaat langsung bagi warga.
Warga RT 05/02 Desa Cikupa pun menyambut positif kegiatan tersebut. Selain membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, kehadiran aparat di tengah masyarakat dipandang membuka ruang dialog yang lebih dekat.
”Kami mengapresiasi kegiatan ini karena bukan hanya memberikan bantuan, tetapi juga membuka kesempatan bagi warga untuk berkomunikasi langsung dan menyampaikan kondisi lingkungan.” ungkapnya salah satu warga.
Kegiatan tersebut dihadiri Danramil 04/Cikupa Mayor Cke Sutisna, Pasiter Kodim 0510/Tigaraksa Kapten Inf Ali Maskuri, Dan Unit Intel Lettu Inf Sumijan, personel Koramil 04/Cikupa, Ketua Komunitas Ojol Nasharudin, Penanggung Jawab Ojol Citra Raya Toni, unsur RT/RW, serta masyarakat Desa Cikupa.
Lebih dari sekadar kopdar, pertemuan itu menunjukkan pentingnya membangun keamanan dari tingkat paling dekat dengan masyarakat. Ketika aparat, komunitas ojol, dan warga memiliki jalur komunikasi yang terbuka, persoalan di lingkungan dapat dideteksi lebih dini dan ditangani secara bersama.(Kodim 0510/Trs/sul).



