KORANPELITA.CO – Dengan kondisi sampah mencapai 177 ton per hari, Kota Tegal dinyatakan darurat sampah. Menanggapi hal ini, Kelurahan Debong Lor meluncurkan program “Debong Lor Bisa Cling” yang bertujuan untuk mengajak masyarakat bijak mengelola sampah dan menciptakan lingkungan yang bersih dan cerdas, Kota Tegal, Jawa Tengah, Rabu (20/5/2026).
Plt Kepala Disdukcapil Kota Tegal, Yudi Aryanto, menyampaikan bahwa program ini sejalan dengan arahan Wali Kota Tegal untuk menangani masalah sampah secara komprehensif. “Bapak Wali Kota memiliki program dan konsentrasi dalam penanganan sampah, sehingga Kota Tegal bisa ‘cling’. Kami mengajak seluruh warga Kota Tegal untuk berkomitmen bahu membahu dalam menangani sampah, sehingga tercipta lingkungan bersih, bebas sampah, dan kita sehat,” ujarnya.
Camat Tegal Barat, Teti Kirnawati, menegaskan bahwa Kota Tegal telah berada dalam kondisi darurat sampah.
“Kita launching gropyokan sampah. Semoga Kelurahan Debong Lor semakin bersih seperti slogannya, ‘Debong Lor Bisa Cling’. Kami berharap tidak ada sampah liar dan masyarakat berlangganan sampah hingga terkoordinir,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya kerjasama masyarakat dalam menangani masalah sampah.
Lurah Debong Lor, Agus Mu’min, menjelaskan bahwa program “Debong Lor Bisa Cling” memiliki tiga tim dalam penanganan sampah. Program ini bertujuan untuk menyikapi sampah secara bijak, mengingat kondisi darurat sampah di Kota Tegal.
“Sebagai penghasil sampah rumah tangga, kita diharapkan bijak dalam memilah sampah. Dengan bijak dan cerdas dalam menangani sampah, kita bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman, dan hijau,” jelas Agus. (her/*)



