
Bekasi, Koranpelita.co – Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi, Ida Farida mengatakan program pemagangan ke luar negeri merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus memperluas akses kerja bagi generasi muda.
Hal itu disampaikan Ida Farida saat mewakili Plt Bupati Bekasi melepas 172 peserta program pemagangan Specified Skilled Worker (SSW) ke Jepang dan Ausbildung Jerman di SMK Mitra Industri MM2100, Cikarang Barat, pada Kamis (30/04/2026).
“Angka pengangguran di Kabupaten Bekasi mencapai 8,78 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Provinsi Jawa Barat. Ini bukan prestasi, melainkan tantangan yang harus kita atasi bersama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keberangkatan para peserta tidak hanya menjadi kebanggaan bagi siswa dan orang tua, tetapi juga pemerintah daerah. Pasalnya, program tersebut menuntut kesiapan tinggi dari peserta, mulai dari kemampuan beradaptasi dengan budaya, bahasa, hingga perbedaan waktu di negara tujuan.
Lebih lanjut, Ida mendorong para peserta untuk memanfaatkan kesempatan magang secara optimal, tidak hanya untuk bekerja, tetapi juga mengembangkan kapasitas diri, termasuk melanjutkan pendidikan atau memperluas pengalaman profesional.
“Manfaatkan peluang ini sebaik-baiknya. Bangun karier, tingkatkan kompetensi, dan jika memungkinkan, ciptakan peluang kerja ketika kembali ke Indonesia,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Bekasi menargetkan seluruh peserta yang diberangkatkan dapat kembali dengan membawa pengalaman dan kompetensi yang berdampak bagi pembangunan daerah.
Ida juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik Indonesia, khususnya Kabupaten Bekasi dan institusi pendidikan asal, selama menjalani program di luar negeri.
“Tunjukkan bahwa lulusan SMK Kabupaten Bekasi mampu bersaing di tingkat internasional dan menjadi role model bagi generasi berikutnya,” tegasnya.
Program pemagangan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Bekasi dalam mencetak lulusan yang siap kerja dan berdaya saing global.
Pemerintah daerah optimistis, melalui program serupa, angka pengangguran di Kabupaten Bekasi maupun Provinsi Jawa Barat dapat ditekan secara bertahap. (D.Z).


