
Bekasi, Koranpelita.co – Keluarga besar Om Iki dan Tante Dian menggelar acara buka puasa bersama di Saung Baba Haji, Kertamukti, pada Senin (02/03/2026). Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa sejak sore hari, saat anggota keluarga dari berbagai generasi mulai berdatangan.
Momentum Ramadan dimanfaatkan bukan hanya sebagai ajang berbuka bersama, tetapi juga sebagai ruang mempererat tali silaturahmi di tengah kesibukan masing-masing. Anak-anak, remaja, hingga orang tua tampak bercengkerama akrab sambil menanti azan Magrib.

Om Iki menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk komitmen keluarga dalam menjaga hubungan baik antar saudara, sekaligus menguatkan makna ibadah puasa itu sendiri.
“Ramadan adalah momen terbaik untuk mempererat silaturahmi. Kesibukan jangan sampai membuat kita jauh satu sama lain. Justru di bulan penuh berkah ini kita harus saling mendekat,” ujar Om Iki.
Ia menambahkan, puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan ibadah yang memiliki dimensi spiritual dan sosial yang sangat kuat.
“Secara agama, puasa mengajarkan kita menahan diri, melatih kesabaran, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Puasa itu membentuk karakter. Orang yang berpuasa diajarkan jujur, disiplin, dan peduli terhadap sesama,” jelasnya.
Dari sisi kesehatan, menurut Om Iki, puasa juga memberi manfaat nyata bagi tubuh jika dijalankan dengan benar.
“Secara kesehatan, puasa membantu proses detoksifikasi alami tubuh, memberi waktu istirahat bagi sistem pencernaan, serta melatih pola makan yang lebih teratur. Tapi tentu harus diimbangi dengan sahur dan berbuka yang sehat,” tambahnya.
Tante Dian menegaskan, kebersamaan keluarga menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang saling mendukung dan menghormati.
“Anak-anak perlu melihat langsung bagaimana orang tua menjaga hubungan baik dengan saudara. Dari situ mereka belajar arti persaudaraan dan kebersamaan,” tuturnya.
Mamih Cicih selaku orang tua dalam keluarga tersebut mengaku terharu melihat seluruh anak dan cucu dapat berkumpul dalam satu kesempatan penuh makna.
“Mamih bahagia sekali bisa melihat semuanya hadir. Ini yang Mamih harapkan, keluarga tetap kompak dan saling menyayangi,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Sementara itu, Tante Ika menilai buka puasa bersama menjadi momentum refleksi diri sekaligus mempererat komunikasi antaranggota keluarga.
“Kalau ada hal-hal kecil yang sempat membuat jarak, momen seperti ini jadi kesempatan untuk saling memaafkan dan memperbaiki hubungan,” katanya.
Acara diawali dengan doa bersama, dilanjutkan berbuka puasa dan sesi foto keluarga. Gelak tawa anak-anak serta canda orang dewasa menambah semarak suasana hingga malam hari.
Kegiatan ini diharapkan menjadi tradisi tahunan keluarga Om Iki dan Tante Dian. Di tengah dinamika kehidupan modern, menjaga silaturahmi bukan sekadar tradisi, melainkan kebutuhan emosional dan spiritual yang tak ternilai, terlebih di bulan suci Ramadan yang sarat nilai ibadah dan kesehatan. (D.Z).


