
Bekasi, Koranpelita.co – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi terus melakukan penanganan dan perbaikan terhadap kerusakan Penerangan Jalan Umum (PJU) akibat maraknya pencurian kabel dan komponen perlengkapan jalan, khususnya di ruas jalan nasional dan provinsi seperti Jalan Kalimalang.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dishub Kabupaten Bekasi, Deni Hendra, mengungkapkan bahwa hasil pendataan di lapangan menunjukkan kehilangan terbanyak terjadi pada komponen suku cadang PJU seperti kabel dan panel kontrol.
“Dari penertiban dan pendataan yang kami lakukan, kemarin itu paling banyak kehilangan suku cadang dan komponen panel. Memang kejadiannya banyak di jalan nasional, namun aset PJU tersebut adalah milik pemerintah daerah,” ujar Deni saat diwawancarai pada Kamis (05/02/2026).
Ia menjelaskan, meski berada di ruas jalan nasional, Dishub Kabupaten Bekasi tidak dapat melakukan pengelolaan penuh karena kewenangan jalan berada di pemerintah pusat. Namun demikian, demi menjaga keselamatan pengguna jalan, Dishub tetap melakukan perbaikan menggunakan aset yang tersedia.
“Karena kesiapan dan kebutuhan di lapangan, kami coba perbaiki dari aset yang kami miliki. Banyak kabel yang ukurannya kecil dan rawan dicuri. Dari wilayah KPU sampai perbatasan Karawang, banyak kabel PJU yang hilang,” jelasnya.
Tak hanya itu, pencurian juga terjadi di wilayah Kabupaten Bekasi lainnya, mulai dari Taman Kalimalang hingga sekitar Stasiun Lemahabang Akibatnya, lampu PJU kerap kembali padam meski baru saja diperbaiki.
“Sudah kita perbaiki, tapi beberapa hari kemudian mati lagi karena dicuri. Ini yang menjadi tantangan kami di lapangan,” tambahnya.
Deni menyebutkan, sebagian besar kabel yang dicuri merupakan jenis NYY, yang memiliki nilai jual tinggi. Hal ini membuat Dishub kini tengah mempertimbangkan alternatif material serta melakukan kajian agar perbaikan tidak terus berulang.
“Kami sedang mempelajari apakah masih akan menggunakan kabel NYY atau mencari alternatif lain. Kalau terus pakai kabel yang sama, setelah diperbaiki kemungkinan besar akan hilang lagi,” katanya.
Untuk mengantisipasi pencurian, Dishub Kabupaten Bekasi juga berkoordinasi dengan aparat kepolisian setempat. Setiap ada laporan kehilangan, pihaknya meminta bantuan patroli dari Polsek terdekat.
“Seperti kemarin di wilayah Kalimalang, kami minta bantuan Polsek setempat untuk patroli bergantian. Kami juga lakukan pemeliharaan sambil sosialisasi agar fasilitas ini ikut dijaga,” jelas Deni.
Ia mengakui, dampak dari pencurian PJU sangat dirasakan masyarakat, terutama pada malam hari. Banyak aduan yang masuk melalui media sosial dan kanal pengaduan resmi pemerintah daerah.
“Sekarang aduan banyak sekali, baik lewat laporan AA maupun media sosial seperti Instagram. Setelah kita tindak lanjuti dan diperbaiki, ternyata hilang lagi, lalu masyarakat komplain lagi,” ungkapnya.
Untuk itu, Dishub kini lebih aktif menyosialisasikan setiap penanganan aduan melalui media sosial agar masyarakat mengetahui bahwa laporan mereka sudah ditindaklanjuti.
“Kami sampaikan di media sosial setiap ada penanganan. Kalau kemudian mati lagi, kami jelaskan bahwa itu akibat pencurian. Kami sudah berupaya maksimal, tapi tidak bisa menjaga 24 jam,” ujarnya.
Deni juga mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga fasilitas umum, khususnya PJU yang berfungsi untuk keselamatan pengguna jalan.
“PJU ini fasilitas umum dan perlengkapan jalan demi keselamatan masyarakat. Kalau lampu mati, apalagi kondisi jalan rusak akibat hujan, risiko kecelakaan jadi tinggi,” tegasnya.
Menurutnya, pencurian fasilitas umum pada akhirnya akan merugikan masyarakat sendiri, karena berdampak pada keamanan dan kenyamanan.
“Kami mohon masyarakat saling menjaga. Pemerintah sudah berupaya melayani, tapi perlu dukungan semua pihak agar fasilitas yang sudah dipasang tidak dirusak atau dicuri,” pungkasnya.
Sebagai informasi, masyarakat dapat menyampaikan aduan terkait PJU melalui media sosial resmi Dishub Kabupaten Bekasi yang tersedia di Instagram, TikTok, dan Facebook. (D nu).


