KORANPELITA.CO – Sangat miris terjadi dipemerintahan Prabowo dimana ada seorang menteri yang membohongi Presidennya.
Ia adalah doktor ilegal Bahlil Lahaladia. Kebohongannya saat menyampaikan kepada Presiden Prabowo bahwa listrik sudah menyala semua di Aceh Tamiang. Hal ini dikatakan oleh Jerry Massie pengamat politik dari Political and Public Policy Studies (P3S).
”Apa yang dikatakan Bahlil tidak sesuai fakta dalam kenyataannya 10 hari listrik padam dan tak menyala sama sekali. Jadi yang Bahlil bohongi bukan saja Presiden Prabowo saja tapi juga rakyat Aceh,” kata Jerry melalui sambungan selulernya, Jakarta, Rabu (10/12/2025).
Lanjut Jerry, Bahlil memang selain penjilat sejati dia sering berbohong. Ucapannya tak jujur bahkan kebijakannya hampir semua amburadul. Masih ingat saat publik dikacaukan dengan kelangkaan gas Elpiji 3 Kg di pasar dan agen.
”Kebijakan lain yang konyol dia lakukan yakni soal BBM. Kebijakan itu mengacu pada Pasal 14 ayat (1) Perpres Nomor 61 Tahun 2024 tentang Neraca Komoditas. Isinya, perusahaan SPBU swasta dilarang melakukan impor untuk stok bahan bakar. Sebagai gantinya, SPBU Swasta harus mengambil stok dari Pertamina,” papar Direktur P3S ini.
”Bahkan yang paling miris yakni pembatasa Gas LPG 3 kg tidak dijual lagi di pengecer, melainkan lewat pangkalan resmi. Selain itu, masyarakat yang membeli harus menunjukkan NIM dan KTP,” lanjutnya.
Hal tersebut mengakibatkan masyarakat harus antri panjang dalam membeli kebutuhan gas LPG 3 kg di beberapa daerah.
”Memang sulit kalau menteri seperti Bahlil yang mulutnya lebih besar dari otaknya. Ngomongnya berubah-ubah dan tak jujur. Bayangkan presiden saja dia kibulin, mulut Bahlil isinya sampah dan kebohongan” tekannya.
Jadi kecerdasan Intelectual Quition (IQ) dia lemah bahkan Emotional Quition (EQ) rendah. Presiden Prabowo harus pertimbangkan Bahlil untuk dipertahankan.
”Saya kira mindset-nya si Bahlil ini ikut model mantan bosnya dulu Jokowi yang suka sekali berbohong,” tandasnya. (er)



