
Tambun Selatan, koranpelita.co – Pemerintah Desa Tridayasakti, Kecamatan Tambun Selatan, resmi membuka Turnamen Bola Voli Tridaya Cup ke-X Tahun 2025, Minggu (05/10/2025).
Ajang dua tahunan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 dan Hari Jadi Desa Tridayasakti ke-44, sekaligus menjadi sarana pembinaan bagi generasi muda di tingkat desa.

Turnamen yang pertama kali digelar pada 2002 itu kini memasuki tahun ke-23 pelaksanaannya dan telah menjadi salahsatu tradisi olahraga paling bergengsi di wilayah Bekasi.
Kepala Desa Tridayasakti, Suwardi Wada, menegaskan bahwa turnamen ini bukan sekadar ajang hiburan, melainkan wahana pembentukan karakter dan sportivitas generasi muda.
“Kami ingin remaja di desa ini aktif, sehat, dan produktif. Lapangan ini bukan hanya tempat bertanding, tapi ruang belajar tentang disiplin, kebersamaan, dan menghormati lawan,” ujar Suwardi dalam sambutannya.
Suwardi juga menekankan pentingnya kegiatan seperti ini untuk mengimbangi derasnya arus digitalisasi yang membuat sebagian remaja kehilangan semangat berinteraksi sosial.
“Turnamen ini cara kami menghidupkan kembali semangat gotong royong dan kebanggaan terhadap desa sendiri,” imbuhnya.
Tahun ini, sebanyak 20 tim berlaga – terdiri dari 16 tim putra dan 4 tim putri – dengan peserta dari Bekasi, Tangerang, hingga Karawang.
Kehadiran beberapa atlet Proliga turut memberi warna berbeda dan menambah daya saing turnamen yang berlangsung meriah di Lapangan Desa Tridayasakti.
Camat Tambun Selatan, Sopian Hadi, yang hadir membuka acara, mengapresiasi komitmen desa dalam menghadirkan kegiatan positif yang melibatkan masyarakat lintas usia.
“Tridaya Cup adalah contoh konkret pembangunan karakter di tingkat akar rumput. Desa ini konsisten membuktikan bahwa olahraga bisa menjadi instrumen pembentuk nilai sosial,” katanya.
Pemerintah Desa Tridayasakti menyiapkan total hadiah Rp37,5 juta, terdiri dari Rp23,5 juta untuk kategori putra dan Rp14 juta untuk kategori putri, lengkap dengan trophy Kepala Desa.
Namun, menurut Suwardi, nilai yang lebih berharga dari turnamen ini adalah rasa bangga dan solidaritas antarwarga.
“Hadiah bisa habis, tapi semangat kebersamaan dan identitas desa akan tetap hidup,” ujarnya.
Turnamen akan berlangsung selama satu bulan penuh, dari 5 Oktober hingga 9 November 2025, dengan babak penyisihan hingga final.
Lebih dari sekadar kompetisi, Tridaya Cup ke-X menjadi simbol kebangkitan pemuda desa dan pendidikan karakter berbasis olahraga.
Dalam suasana peringatan Sumpah Pemuda, kegiatan ini seolah menghidupkan kembali semangat 1928 dalam konteks kekinian.
“Olahraga di desa seperti ini adalah investasi sosial. Ia menumbuhkan empati, solidaritas, dan semangat juang yang dibutuhkan bangsa,” ujar Camat Sopian menutup sambutannya.
Dengan komitmen kuat dari Pemerintah Desa dan partisipasi warga, Tridayasakti menjelma menjadi contoh nyata bagaimana desa bisa menjadi pusat gerakan sosial yang inspiratif. (Dodo.Z).


