Ranny Fahd Arafiq Tekankan Stunting Bukan Soal Tinggi Badan, Tapi Masa Depan Bangsa

Ranny Fahd Arafiq saat menyapa peserta sosialisasi melalui Zoom, menegaskan pentingnya sinergi nasional dalam menekan angka stunting.

Bekasi,koranpelita.co – Anggota Komisi IX DPR RI, Ranny Fahd Arafiq, mengingatkan bahwa persoalan stunting bukan sekadar soal tinggi badan anak yang tidak ideal, melainkan ancaman serius terhadap masa depan generasi Indonesia.

Dalam kegiatan Edukasi dan Sosialisasi Percepatan Penanggulangan Stunting Bersama Mitra Kerja di Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, Ranny menegaskan perlunya kesadaran kolektif antara pemerintah, masyarakat, dan dunia pendidikan untuk memerangi stunting sejak dini.

“Anak-anak Indonesia yang kita tahu akan menjadi masa depan bangsa, kini menghadapi tantangan serius akibat stunting. Karena itu, isu ini menjadi perhatian khusus pemerintah dan DPR RI, khususnya kami di Komisi IX,” ujar Ranny Fahd Arafiq melalui sambungan Zoom Meeting, Rabu (22/10/2025).

Kegiatan ini juga dihadiri Roy Primera, Pranata Humas Ahli Pertama BKKBN Provinsi Jawa Barat, dan Faisal, SE, anggota DPRD Kota Bekasi.

Melalui sosialisasi bertajuk Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja Tahun 2025, para peserta mendapatkan edukasi terkait strategi percepatan penurunan angka stunting di wilayah perkotaan.

Stunting: Bukan Sekadar Gizi, Tapi Soal Ketahanan Bangsa

Menurut Ranny, stunting bukan hanya menghambat pertumbuhan fisik, tetapi juga berpengaruh terhadap daya tahan tubuh, kecerdasan, dan harapan hidup.

Karena itu, DPR RI bersama pemerintah pusat terus memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan BKKBN, Kementerian Dalam Negeri, serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran kementerian dan BKKBN yang telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam menurunkan angka stunting di Indonesia,” tambah Ranny.

Ia menyebut, berbagai program seperti edukasi gizi ibu hamil, pendampingan keluarga berisiko stunting, hingga intervensi gizi di tingkat desa merupakan bentuk nyata investasi negara untuk masa depan sumber daya manusia Indonesia.

Bantar Gebang Jadi Titik Edukasi Publik

Dipilihnya Bantar Gebang sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Wilayah ini dinilai representatif karena memiliki beragam tantangan sosial dan kesehatan yang kompleks.

Edukasi stunting di kawasan padat penduduk seperti ini, menurut Ranny, merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan informasi ke masyarakat bawah.

Kegiatan juga diisi dengan sesi tanya jawab interaktif dan pembagian materi edukatif tentang pentingnya pola makan bergizi seimbang serta peran keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak.

“Melawan stunting bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga panggilan moral seluruh masyarakat,” tegas Ranny. (Dwi).