Tanggapi Isu LBP Akan Diganti, Pakar: Prof Didin Damanhuri Cocok Jadi Ketua DEN

Prof Didin S Damanhuri.

KORANPELITA.CO – Menanggapi isu Presiden Prabowo Subianto akan mengganti Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan (LBP), Direktur Politic and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie menyatakan sosok yang paling tepat untuk memimpin DEN adalah akademisi yang tak hanya memahami masalah perekonomian secara makro dan mikro tapi juga seorang yang memahami sistem ekonomi kerakyatan, yang selalu digaungkan oleh Presiden Prabowo.

“Melihat kondisi perkonomian saat ini, sosok pengganti Luhut itu harus lah orang yang benar-benar paham akan ekonomi dan bagaimana menanggulangi tantangan yang dihadapi saat ini. Karena DEN ini kan fungsinya penasihat presiden untuk perumusan dan pelaksanaan kebijakan ekonomi,” kata Jerry, Jakarta, Rabu (10/9/2025).

Ia menegaskan bahwa sosok yang menggantikan Luhut harus orang yang mampu memahami kondisi masyarakat saat ini, yang mengalami penurunan daya beli.

BACA JUGA:  Rakornas 2026, Pemkab Bekasi Siap Jalankan Program Prioritas Nasional

“Sosok itu harus mampu menyusun sebuah program, yang tak hanya memperkuat fiskal dan moneter Indonesia tapi juga mampu menggerakan perekonomian nasional. Dan yang tak kalah pentingnya, sosok itu mampu untuk mengeksekusi pprogramnya itu,” ujarnya.

Jerry menyatakan, sosok pemimpin DEN haruslah orang yang tidak terikat kakinya dengan kekuatan politik mana pun tapi mampu mengaransemen kekuatan politik itu untuk mewujudkan ketahanan ekonomi nasional, bukan malah sibuk mencari keuntungan pribadi.

“Jangan seperti Luhut yang kerap bikin gaduh, dengan omongannya yang tak pernah dipikir dahulu. Menurut saya, Luhut pensiun saja, sudah cukup dia mengais kekayaan bangsa ini, melalui perusahaannya,” katanya tegas.

Ia menyatakan salah satu orang yang bisa didorong untuk menjadi Ketua DEN adalah Prof Didin S Damanhuri, yang merupakan Guru Besar di Fakultas Ekonomi & Manajemen IPB Bogor dan Universitas Paramadina.

BACA JUGA:  Pengukuhan PKDI Demak : Momentum Perkuat Kekompakan Kepala Desa

“Prof Didin juga merupakan Tenaga Ahli di LEMHANNAS RI periode tahun 2008 – 2022. Jadi bisa dikatakan Prof Didin memiliki kemampuan ekonomi sekaligus memahami kondisi geopolitik nasional dan juga internasional,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Prof Didin S Damanhuri meraih gelar Sarjana Ekonomi pada tahun 1979, Magister Ekonomi Pertanian SPS IPB tahun 1984, Master / DEA Ekonomi Pembangunan IREPD France tahun 1988, Doktor/ Ph.D Ekonomi Politik IREPD France tahun 1993, dan Profesor penuh FEM IPB tahun 2000.

Pada tahun 2022, Prof. Didin menjadi penulis Naskah Akademik tentang Persaingan Usaha yang Sehat dan Anti Monopoli dalam Sistem Ekonomi Pasar, menjadi pembicara dalam berbagai seminar KPPU tentang Persaingan Usaha, serta pernah menjadi Saksi Ahli KPPU untuk Pengadilan 28 Perusahaan Minyak Goreng.

Prof Didin juga telah menerbitkan 67 buku tentang ekonomi, baik sebagai Penulis Tunggal maupun Kontributor, antara lain: Nusantaranomics, Paradigma Teori dan Pengalaman Empiris (Pendekatan Haterodox) (IPB Press, 2023); Model Negara Kesejahteraan Indonesia; Pendekatan Heterodox (IPB Press, 2022); Ekonomi Pancasila dalam pusaran Globalisasi, Buku 1 dan 2 (IPB Press, 2020), dan buku lainnya.

BACA JUGA:  Rapat Hybrid PWI Pusat Matangkan Persiapan Puncak HPN 2026 di Serang

“Saya menilai Prof Didin juga sangat dekat dengan pengusaha kecil dan pribumi, selalu mendorong agar pemerintahan bisa menuntaskan ketimpangan ekonomi, yang kian menjauh. Hal ini menjadikan Prof Didin selaras dengan visi misi Prabowo,” pungkasnya. (red/*)