KORANPELITA.CO – Nama Salsa Erwina Hutagalung juga seorang pembuat konten dan aktivis merupakan diaspora Indonesia yang menetap di Aarhus, Denmark mulai melejit namanya saat mengkritik kinerja anggota DPR dan salah satunya Ahmad Sahroni.
Menurut pakar politik Jerry Massie, Salsa adalah nama yang tidak pernah terdengar tiba-tiba muncul ke publik. Kritikannya sudah baik tapi ada sisi kejanggalan yakni dia mengkritik kinerja Prabowo yang sudah baik.
”Presiden terdahulu yang masuk ranking 2 dunia terkorup versi OCCRP tak disorot dan tak dikritik,” kata Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) ini mempertanyakan, Jakarta, Selasa (9/9/2025).
Dia meyakini Salsa ini bagian buzzer Jokowi yang menetap di luar negeri yang sengaja dimunculkan untuk mengkitisi kebijakan Presiden Prabowo.
”Kalau Salsa ini memang seorang juara debat dan lulusan terbaik UGM kenapa Jokowi dan Gibran jauh dari kritikannya. Coba dia bicara soal ijasah Gibran yang kini digugat, lantaran tak tamat SMA di Indonesia tiba-tiba sudah ada ijasah dari Singapura dan Australia. Entah itu diploma atau sarjana tapi sistem pendidikan kita seorang calon pejabat publik harus punya ijasah minimal SMA sebagai syarat mutlak mencalonkan diri sebagao cawapres,” paparnya.
Ini janggal menurut Jerry, Salsa ini punya jaringan arau koneksi dengan “geng Solo” di luar negeri yang sok hebat. Apalagi dia disebut-sebut “keponakan” Luhut Binsar Pandjaitan. Siapa tak kenal Luhut tangan kanan dan orang kepercayaan Jokowi.
”Jadi pada intinya kritikan pedas Salsa, saya yakin dan percaya ada unsur politis dan saya kira tujuannya jelas melemahkan kepemimpinan Prabowo.
Bisa saja dia bermimpi jadi Menlu atau utusan di PBB jika Gibran naik sebagai presiden,” ucap Jerry.
Ditambahkannya, drama dan setingan demo kemarin sudah dirancang dan kalau dalam film action Salsa pemeran wanita yang bermain di Denmark.
Jerry pun menghimbau agar masyarakat jangan terkecoh dengan orang seperti ini yang kelihatan baik padahal ada udang dibalik batu. (er)



