Warga Gang Cracas Mengeluh, Proyek Paving dan Saluran Air di Tegalsari Dikerjakan Asal-asalan

Proyek paving dan saluran air yang terletak di Gang Cracas 2, RT.10/RW.09, Kel. Tegalsari, Kota Tegal, banyak warga jatuh kerena dikerjakan asal asalan.

KORANPELITA.CO – Proyek paving dan saluran air yang terletak di Gang Cracas 2, RT 10 RW 09, Kelurahan Tegalsari, Kota Tegal dengan menggunakan APBD Kota Tegal, banyak makan korban jatuh dan dikerjakan terkesan asal asalan.

Warga sekitar lokasi proyek, Sugiharti (38) mengatakan, proyek dikerjakan sekitar satu bulan yang lalu, namun dalam pengerjaannya sangat lambat dan terkesan asal-asalan.

Hal tersebut, menurut Sugiharti, cara mereka bekerja waktu awal-awalnya cuma membuka tutup saluran dan menggali atau menormalisasi saluran, selanjutnya ditinggal dan saluran tersebut dibiarkan terbuka selama tiga mingguan (hampir satu bulan).

Menurutnya, banyak korban yang jatuh karena terperosok bekas galian di saluran tersebut. Contoh anak-anak sekitar kampung sini terperosok dan jatuh hingga terluka, bahkan tak luput pengendara yang lewat gang sini juga banyak yang jatuh.

“Warga sini terutama saya merasa terganggu dengan adanya proyek ini, sebab persis depan rumah saya, sehingga kendaraan (motor) saya hampir satu bulan tak titipkan tetangga, karena akses untuk masuk rumah susah dan proyek tak kunjung selesai (hampir satu bulan),” keluh Sugiharti, saat ditemui di lokasi proyek Cracas 2, RT 10 RW 09, Kelurahan Tegalsari, Kota Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (12/7/2025).

BACA JUGA:  Panen Jagung Kuartal III di Batuceper, Kota Tangerang Perkuat Langkah Menuju Swasembada 2026

Sisi lain, tokoh masyarakat setempat, Arifin (43) mengatakan, proyek saluran tersebut banyak menimbulkan korban jatuh karena terperosok dan warga juga banyak yang terganggu, karena aktivitas kesehariannya aksesnya/gang jadi sempit dan membahayakan bagi pengendara (warga).

Selain itu, menurut Arifin, proyek tersebut juga tidak jelas, itu proyek apa, anggaran berapa dan menggunakan anggaran apa.? sebab tidak adanya papan informasi proyek.

“Proyek ini kesannya ‘proyek siluman’ sebab tidak jelas dan tidak adanya papan informasinya. Setahu saya, setiap proyek pemerintah maupun kelurahan, terdapat papan informasi, sehingga warga tidak mempertanyakan,” ujar Arifin.

Menurutnya, proyek saluran dan paving ini, dalam pengerjaannya asal-asalan, sebab teknis dan mekanisme pengerjaanya amburadul.

BACA JUGA:  Cium Bau Gas? Disdamkar Bekasi Ingatkan Jangan Nyalakan Listrik

“Seharusnya, bertahap saat membuka atau menggali saluran, namun yang kami lihat di lokasi mereka langsung buka tutup dan menggali saluran sepanjang gang ini, setelah itu ditinggal dan dibiarkan cukup lama. Akibatnya banyak menimbulkan korban baik anak-anak maupun orang dewasa yang terjatuh,” ungkap Arifin.

Sementara, tambah Arifin, untuk material proyek, seperti paving, tutup (cover udith) dan beton setengah lingkaran yang untuk saluran diduga menggunakan material yang lama (bekas).

“Paving yang bagus dan kuat itu setahu kami dari Muntilan, sedang yang tampak di lokasi proyek itu paving lokal. Dan cara pemasangan batu bata spasi atau campurannya harus 1 banding 3, namun yang terlihat campurannya sangat rapuh/mudah hancur,” pungkasnya.

Sementara warga lainnya, Wiryono ikut menambahkan, proyek paving dan saluran harus segera dikerjakan dan selesaikan, sebab jika tidak segera maka bakal memakan korban lebih banyak yang terjatuh lagi.

Harusnya, kata Wiryono, di lokasi proyek dipasang rambu atau tanda (himbauan) bahwa ada galian atau matrial proyek. Selain itu yang terpenting yaitu, harus dipasang papan informasi proyek.

BACA JUGA:  Panen Jagung Kuartal III di Batuceper, Kota Tangerang Perkuat Langkah Menuju Swasembada 2026

“Kami harap, jika ini memang proyek pemerintah, segera terjun untuk mengecek di lokasi proyek. Jangan setelah kejadian dan viral baru bertindak. Selain itu harapan kami proyek segera dikerjakan dan selesaikan,” harapnya.

Hingga berita ini ditayangkan, proyek tersebut belum jelas itu proyek dari DPU PR atau Disperkim Kota Tegal. Selain itu, rekanan atau pemborong yang mengerjakannya juga belum ada kejelasan siapa yang mengerjakan. (her)