Bekasi, koranpelita.co – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cabangbungin mengeluarkan klarifikasi resmi terkait sejumlah isu yang berkembang di masyarakat dan media sosial. Dalam siaran pers yang disampaikan oleh Direktur Utama RSUD Cabangbungin, dr. Erni Herdiani pada, Minggu (06/07/2025), pihak rumah sakit menjawab secara lugas lima isu utama yang menjadi sorotan publik.
Isu yang dimaksud meliputi pemutusan hubungan kerja tenaga outsourcing, keluhan terhadap pelayanan pasien, dugaan kasus asusila oleh tenaga medis, insiden jatuhnya bendera Merah Putih, serta tuntutan pencopotan direktur. Dalam pernyataannya, dr. Erni menegaskan bahwa seluruh kebijakan diambil berdasarkan asas hukum, profesionalisme, serta semangat pelayanan publik yang berintegritas.
Pemutusan kontrak outsourcing, misalnya, dilakukan karena adanya temuan dokumen yang tidak sah serta pertimbangan administratif yang dapat dipertanggungjawabkan. Sementara terkait pelayanan pasien, pihak RSUD menyebutkan bahwa keterbatasan kapasitas tempat tidur menjadi tantangan utama, namun penanganan tetap mengedepankan kriteria medis yang jelas.
Dugaan kasus asusila telah ditindaklanjuti sejak tahun lalu, dengan sanksi pemberhentian terhadap tenaga medis yang terlibat. Sedangkan insiden jatuhnya bendera Merah Putih dipastikan sebagai murni kelalaian teknis, bukan bentuk pelecehan terhadap simbol negara.
Lebih lanjut, dr. Erni menyampaikan bahwa kinerja RSUD Cabangbungin terus menunjukkan peningkatan signifikan. Hal ini dibuktikan dengan raihan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 90, BOR di atas 100%, serta prestasi inovasi tingkat Jawa Barat. Ia juga mengimbau agar kritik terhadap institusi disampaikan secara konstruktif dan berdasar.
“Kami menyadari bahwa pelayanan publik tak luput dari dinamika. Namun, komitmen kami terhadap integritas, transparansi, dan pelayanan terbaik tak akan surut,” tegasnya,
RSUD Cabangbungin tetap membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan dan akan terus membangun zona integritas demi layanan kesehatan yang lebih baik di wilayah utara Kabupaten Bekasi. (Hrs).



