Siaga Malam Takbiran: Polsek Tambun Selatan Kerahkan Pengamanan Humanis dan Kolaboratif Jelang Idul Adha 1446 H

Polsek Tambun Selatan saat menggelar apel pengamanan malam takbiran yang berlangsung di halaman Mapolsek Tambun Selatan.

Tambun Selatan, koranpelita.co – Dalam nuansa menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah/2025 Masehi, Polsek Tambun Selatan menunjukkan kesiapan maksimal dengan menggelar apel pengamanan malam takbiran yang berlangsung di halaman Mapolsek Tambun Selatan, Kamis (05/06/2025) sore.

Apel ini tidak hanya menjadi simbol kesiagaan, tetapi juga penegasan komitmen Polri dalam menciptakan suasana aman dan damai di tengah masyarakat.

Apel dipimpin langsung oleh Kapolsek Tambun Selatan, Kompol Wuryanti, yang turut didampingi oleh para pejabat utama (PJU) Polsek serta seluruh jajaran anggota. Dengan pendekatan yang tegas namun mengedepankan humanisme, Kompol Wuryanti menyampaikan instruksi strategis kepada para personel untuk bertugas secara profesional dan bertanggung jawab sesuai ploting yang telah ditentukan.

“Malam ini mungkin tidak ada takbir keliling. Tapi itu bukan berarti kita lengah. Justru pengamanan tetap harus kita optimalkan. Besok pagi saat pelaksanaan Sholat Ied, pastikan setiap jengkal lokasi aman. Jangan sampai ada masyarakat yang kehilangan kendaraannya,” tegas Kompol Wuryanti dalam arahannya.

Kolaborasi Sosial: Kunci Stabilitas Pengamanan

Yang menarik, pengamanan kali ini tidak hanya bersandar pada kekuatan aparat. Kompol Wuryanti justru menekankan pentingnya pelibatan masyarakat lintas agama dalam membangun ekosistem keamanan yang inklusif dan partisipatif. Narasi ini menjadi semacam manifestasi baru dari pendekatan community policing yang saat ini gencar digalakkan Polri.

“Libatkan masyarakat. Ini momentum kolaborasi, bukan eksklusivitas. Kita bisa bekerja sama juga dengan saudara kita yang berbeda agama dalam menjaga ketertiban. Lakukan patroli bersama, dan edukasi warga agar mengunci rumah saat pergi Sholat Ied,” imbuhnya.

Pesan ini tidak hanya bersifat operasional, tetapi sekaligus membangun kesadaran publik bahwa keamanan bukanlah tanggung jawab satu pihak, melainkan sebuah kewajiban kolektif. Dalam situasi sosial yang kompleks, pendekatan dialogis seperti ini menjadi pondasi kuat bagi stabilitas jangka panjang.

Distribusi Kurban: Dari Ritual ke Etika Sosial

Tak kalah penting, aspek distribusi daging kurban juga menjadi perhatian khusus. Kompol Wuryanti secara eksplisit mengarahkan personel untuk berkoordinasi dengan panitia kurban di setiap titik, guna menghindari kerumunan dan potensi konflik sosial.

“Saya minta jangan sampai terjadi keributan saat pembagian daging kurban. Kalau memungkinkan, diantar ke rumah-rumah warga. Itu jauh lebih efektif dan manusiawi,” ujarnya menutup apel.

Pendekatan ini mencerminkan transformasi cara pandang aparat terhadap isu-isu sosial keagamaan — dari sekadar penegakan hukum menjadi perwujudan etika pelayanan publik. Dengan membangun narasi kedamaian, kolaborasi, dan tanggung jawab sosial, Polsek Tambun Selatan memberikan contoh konkret bagaimana pengamanan tidak sekadar tindakan, tetapi sebuah nilai. (Dodo/Gdm).