Bekasi, koranpelita.co – Pemerintahan Kecamatan Cikarang Barat, di bawah kepemimpinan Camat Lukman Hakim, terus berupaya serius menuntaskan persoalan banjir tahunan yang kerap melanda wilayahnya. Sebagai langkah konkret, pada 30 April 2025 lalu, dalam rapat mingguan sekaligus sosialisasi penertiban bangunan liar di Desa Sukadanau, pihak kecamatan menggelar pertemuan koordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Bina Kontruksi (SDABMBK) serta perwakilan Kementerian PUPR guna menyusun strategi penanganan banjir secara komprehensif.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai langkah teknis penanganan banjir yang melibatkan lintas sektor. Camat Lukman Hakim menegaskan bahwa saat ini proses telah memasuki tahap persiapan teknis.
“Kami berkomitmen untuk menyelesaikan masalah banjir ini secara sistematis dengan melibatkan semua pihak terkait,” tegas Lukman Hakim.
Selain pembahasan teknis, perhatian juga difokuskan pada perbaikan drainase di jalan nasional yang menjadi kewenangan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN). Salah satu titik rawan banjir yang menjadi sorotan adalah kawasan Bulak Mangga. Untuk mengurangi genangan air, rencana pengurukan di bagian hulu sungai dinilai sebagai solusi prioritas.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi, yang telah mengirim surat resmi kepada pemerintah pusat untuk mempercepat penanganan banjir di Cikarang Barat.
Lukman Hakim berharap koordinasi intensif antara pemerintah daerah, pusat, dan instansi terkait dapat segera membuahkan hasil nyata. “Dengan upaya terpadu ini, diharapkan masalah banjir yang telah berlangsung selama satu dekade terakhir dapat tertangani secara tuntas.” pungkasnya. (Hrs).



