‎Gempa Dangkal Berkekuatan Magnitudo 4,1 Guncang Kota Bogor Jawa Barat 

KORANPELITA.CO – Gempa berkekuatan Magnitudo :4.1 mengguncang kota Bogor Jawa Barat pada Kamis 10 April 2025 pukul 22:16:13 WIB, dengan lokasi 6.62 LS – 106.80 BT (2 km Tenggara Kota-Bogor-Jabar), Kedalaman 5 Km (gempa dangkal).

‎Laporan yang redaksi terima dari Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, dampak dari gempa bumi dangkal tersebut mengakibatkan beberapa rumah warga rusak di beberapa wilayah, diantaranya adalah :

‎1). Rumah retak dampak gempa wilayah RT 001/RW 005 , Kelurahan Bondongan

‎2). Rumah retak dampak gempa wilayah RT 001/RW 008 , Kelurahan Muarasari

‎3). Rumah retak dampak gempa wilayah RT 002/RW 001 , Kelurahan Rancamaya

‎4). Rumah retak dampak gempa wilayah Kampung Cincau RT 004/RW 008 , Kelurahan Gudang

BACA JUGA:  Manajemen PTPN IV Regional IV Pastikan Jaga Keseimbangan Alam

‎5). Rumah retak dampak gempa wilayah Jalan Cimanggu Pabuaran Poncol RT 005/RW 008 , Kelurahan Cilendek Timur

‎6). Rumah retak dampak gempa wilayah Gang Menteng RT 003/RW 002 , Kelurahan Menteng

‎7). Rumah retak dampak gempa wilayah Panaragan Penggilingan RT 001/RW 006 , Kelurahan Panaragan

‎8). Rumah retak dampak gempa wilayah Pancasan RT 002/RW 006 , Kelurahan Pasir Jaya

‎9). Rumah retak dampak gempa wilayah Wanajaya RT 002/RW 003 , Kelurahan Pasir Jaya

‎10). Rumah retak dampak gempa wilayah RT 002/RW 011 , Kelurahan Menteng

‎Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim dalam keterangannya, Kamis (10/4) malam, mengatakan bahwa gempa yang terjadi di malam hari tersebut sebelumnya terdengar suara gemuruh hingga akhirnya terjadi gempa.

BACA JUGA:  Dua PLTBg Ini Jadi Andalan PalmCo Tekan Biaya Energi di Tengah Gejolak Global

‎Dedie berharap warga tetap tenang dan selalu waspada jangan panik, juga jangan termakan informasi-informasi hoax atas kejadian gempa dan waspada terhadap bila terjadi gempa susulan.

‎Sampai berita ini disampaikan redaksi koranpelita.co belum mendapatkan informasi korban jiwa dan masih menunggu update informasi dari bidang gempa bumi dan tsunami BMKG. (red1)