Bandara Soetta,koranpelita.co – Dalam rangka menjaga dan meningkatkan kinerja fasilitas, prosedur dan personel keamanan, Bandara Internasional Soekarno-Hatta bersama Tim Komite Nasional Keamanan Penerbangan (KNKP) gelar Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat Keamanan Bandar Udara (Airport Contingency Exercise) skala besar,Kamis (29/2/2024).
Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat Keamanan Bandar Udara (Airport Contingency Exercise) skala besar merupakan kegiatan rutin yang harus dilakukan oleh Badan Usaha Bandar Udara paling sedikit 1 (satu) kali dalam 2 (dua) tahun. Airport Contingency Exercise pada tahun 2024 memiliki skenario pembajakan (hijack) pesawat udara (in flight) dengan sandi latihan “Operasi Elang”.
Tujuan dari Airport Contingency Exercise untuk mempraktikkan penanganan penanggulangan keadaan darurat keamanan (contingency) sesuai dokumen rencana penanggulangan keadaan darurat keamanan bandar udara (Airport Contingency Plan/ACP) Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.
Adapun latihan Penanggulangan Keadaan Darurat Keamanan Bandar Udara ini diikuti 250 personel, diantaranya :
– Aviation Security 49 personel
– Sat. Bravo 37 personel
– Gegana 9 personel
– Polres 25 personel
– BKO TNI 12 personel
– BBKK 8 personel
– ARFF 25 personelnya
– Ground handlingnya 10 personel
– Garuda 10 personel
– ACS 5 personel Ya
– Bulsi 50 personel
– Crew 10 personel
Executive General Manager KCU Bandara Soekarno-Hatta, Dwi Ananda Wicaksana sebagai Ketua Komite Keamanan Bandar Udara (KKBU) mengatakan, Airport Contingency Exercise ini merupakan kegiatan untuk menguji apabila terjadi situasi yang tidak diinginkan.
“Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi komite keamanan bandara, karena merupakan kali pertama terselenggarakan secara bersama (KNKP). Selain itu, latihan ini diharapkan dapat menjawab bagaimana alur komando, komunikasi dan koordinasi dapat dilaksanakan bersamaan antara tingkat Nasional dan Bandara,” ungkapnya.
Latihan ini dilakukan untuk Mengidentifikasi kelemahan, Mengidentifikasi kekurangan dan kebutuhan, Memperkenalkan modifikasi yang diperlukan dan Memastikan keandalan operasional semua peralatan. Sehingga latihan ini dapat menjadi evaluasi langkah-langkah keamanan dan prosedur yang termuat dalam Airport Contingency Plan bandar udara dalam rangka memperbaiki kelemahan yang terjadi.
Dalam skenarionya Airport Contingency Exercise melakukan simulasi pembajakan Pesawat Garuda Indonesia (GA1234) Rute DPS-KNO yang membawa 17 crew, dengan total penumpang 50 orang. Pelaku pembajakan mengaku memiliki rangkaian Alat Peledak Improvisasi (Improvised Explosive Device/IED) yang melekat ditubuhnya, dengan alat pengendali digenggam. Pelaku pembajakan juga menuntut agar pimpinan mereka yang ditahan di Lapas kelas II Serang, Banten dibebaskan dan meminta uang tebusan sejumlah 1jt USD.
Pelaku memaksa pesawat untuk mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jika tuntutannya tidak dipenuhi maka pesawat akan diledakkan.
EGM Bandara Soekarno–Hatta selaku ketua Komite Keamanan bandar Udara dan juga penanggung jawab mengaktifkan EOC (Emergency Operating Centre) dan menyerahkan komando penanggulangan kepada Kapolres BSH untuk menindaklanjuti kejadian tersebut.
Tim penyelamatan dan pembebasan sandera dari Sat Bravo 90 Kopasgat, Tim Jihandak Gegana Polda Metro Jaya diturunkan untuk menindaklanjuti kejadian tersebut yang dibantu oleh jajaran Polresta BSH, Avsec dan seluruh tim Angkasa pura II.
Penanggulangan berhasil dilaksanakan, selanjutnya Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta selaku komando penanggulangan menyatakan kondisi dilapangan sudah ditangani secara baik dan kegiatan operasional bisa dilanjutkan kembali. Selanjutnya, pelaku yang berhasil dilumpuhkan diserahkan kepada tim Densus 88 POLRI untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Serta 1 pelaku yang tewas dibawa oleh tim INAFIS POLRI ke RS POLRI Kramat Jati, Jakarta.
Adapun IED yang berhasil dijinakkan selanjutnya di evakuasi menuju Disposal Area untuk ditindak lanjuti sesuai prosedur yang dimilik oleh Tim GEGANA.
Secara keseluruhan operasi penyelamatan ini berhasil dilakukan oleh semua Tim yang berperan dalam membantu penyelamatan sandera tanpa adanya korban jiwa, baik dari semua penumpang, crew pesawat maupun tim yang ikut berperan dalam operasi ini. (*/sul).
- Pesawat Komersial Airbus A380 Emirates Siap Mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta - 31/07/2026
- Kunker Pemkab Muara Enim ke Kab Tangerang Bahas Perlindunagan Ketenagakerjaan - 31/07/2026
- Diskominfo Kabupaten Tangerang Gelar Sosialisasi Literasi Digital untuk Cegah Cyberbullying - 31/07/2026



