Artikel ini dibuat oleh : Roy Suryo, Pemerhati Telematika dan Multimedia Independen
KORANPELITA.CO – Mendengar kata “asam sulfat” sekarang ingatan kita langsung mengarah pada seseorang yang 2 (dua) kali mengucapkan hal yang salah ditempat dan waktu yang berbeda. Bagaimana tidak, seharusnya yang dimaksud adalah Asam Folat / CH19N7O6 yang sangat bermanfaat bagi pertumbuhan bayi, tetapi yang diucap malah asam sulfat/ H2SO4 yang sangat berbahaya bila sampai dikonsumsi bayi.
Namun tulisan saya saat ini tidak hanya membahas soal H2SO4 tetapi soal H2S atau Hidrogen Sulfide yang secara awam merupakan salah satu gas penyebab bau kentut. Kenapa kentut? Karena ini bisa dibaui/ dirasakan bau-nya, namun sulit dicari sumber pengeluarnya (apalagi jika dalam kumpulan manusia yang saling tidak mengaku “siapa” yang barusan mengeluarkan bau tidak sedap tersebut.
Analogi ini saya pakai untuk menjawab banyaknya pertanyaan yang diajukan ke saya pasca debat cawapres kedua pada hari Minggu (21/01) yang disebut-sebut ada “kentut”-nya, alias bisa dirasakan bau-nya oleh masyarakat, namun karena tidak akan mengaku pelakunya maka sulit ditemukan buktinya. Yakni Alat “apa” yang saat itu dipakai oleh salahsatu cawapres ketika bisa fasih menjawab pertanyaan-pertanyaan, padahal kesehariannya dia tampak minim kosa kata yang dimiliki untuk diucapkannya.
Munculah banyak analisis beredar diberbagai platform sosial media (X, Tiktok, IG dsb) yang menyebut adanya sosok lain yang “memandu” alias melakukan lipsync dari belakang cawapres tersebut (karena kelihatan “komat kamit mulutnya” tampak seiring dengannya), atau adanya analisis soal “Bone conducted Speaker” yang dipakai dalam krah jaket yang mendadak dipakai mulai sesi ke-2 atau tanya jawab, bahkan analisis soal krah kaku jaket yang didalamnya ditanam/ dijahit speaker tipis dan dikamuflase dengan bantalan medis yang dipakai, bak seorang penyelundup narkoba dalam menyembunyikan barang haram dikopornya.
Sekali lagi memang membuktikan saat dia di feeding (dipandu) menggunakan speaker yang “ditanam jahit” didalam krah jaket atau pakai bone conducted speaker saat debat cawapres kemarin memang tidak mudah dibuktikan lagi, karena “BarBuk”-nya pasti sudah dihilangkan langsung selepas acara, karena saat itu tidak langsung ada “tangkap tangan” yang membuktikan hal-hal disebutkan dalam analisis tersebut. Apalagi sebelumnya konon muncul “hak imunitas” yang dimiliki anak pajabat negara, sehingga KPU tidak melakukan penggeledahan/ pemeriksaan X’ray pada cawapres yang dimaksud.
Dengan demikian sekali lagi membuktikan teori bahwa keanehan pada Jaket itu (tidak seperti jaket-jaket yang lain yang kerahnya dibuka, sedangkan yang dipakai adalah kaku alias tegak berdiri seperti peneng/ kalung yang sering dipakai makhluk piaraan tertentu. Maka meski dimungkinkan ada speaker tersembunyi yang terhubung ke wireless receiver/ penerima nirkabel yang bisa berbentuk kotak kecil atau bahkan bantal yang dipasang dibadannya akan tetap menjadi misteri yang tidak terpecahkan sebagaimana lead berita KPU yang saya kutipkan menyertai tulisan ini diatas (soal ada “Alat Khusus Dibalik Baju”).
Kesimpulannya, ini memang bukan H2SO4/ Asam Sulfat yang tidak berbau, tetapi lebih mirip H2S/ Hidrogen Sulfide yang menyebabkan kentut kita berbau. Ada dan bisa dirasakan bau-nya, namun sulit ditemukan siapa sumbernya apalagi kalau tidak ada pengakuan darinya. Tapi biarkan saja dia mungkin puas dan bisa tertawa bisa memperdaya seluruh masyarakat Indonesia dengan kelakuannya, namun bagaimanapun juga dihadapan Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, tidak ada seorang pun yang bisa menyembunyikan perbuatannya. (*/red1)



