Bandara Soetta,koranpelita.co – Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (Perum LPPNPI) atau yang lebih dikenal dengan AirNav Indonesia memberikan pelatihan di bidang pelayanan dan pengembangan bisnis UMKM di Banyuwangi.
“Sebagai salah satu BUMN yang melayani wilayah udara Banyuwangi dan sekitarnya, kami ingin memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan perekonomian di wilayah pariwisata ini. Kami memberikan pelatihan pengembangan dan pelayanan bisnis untuk 13 UMKM dan berfokus dalam melakukan pendampingan pada peningkatan kapasitas dan kinerja nya,”ungkap Farchan Jamil , Manager Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan AirNav Indonesia dalam keterangan tertulisnya.
Dijelaskannya lebih lanjut 13 UMKM terdiri dari 9 Sub profil yaitu pemberian bantuan di bidang usaha Peternakan, Toko Sembako, Nelayan, Dagang Mainan, Pengrajin Tas, Daur Ulang Plastik, Counter Elektronik, Gula Merah, dan Perdagangan. Farchan memaparkan bahwa UMKM Indonesia memiliki peluang bagi peningkatan ekonomi khususnya di Indonesia.
“UMKM yang AirNav Indonesia bina saat ini memiliki peluang yang baik bagi peningkatan ekonomi nasional, UMKM dapat menjadi backbone bagi perekonomian nasional, dan UMKM juga bisa menjadi instrumen penyerapan tenaga kerja, hampir 70% dari data kementerian Koperasi dan UMKM 2022 menunjukan bahwa kehadiran UMKM telah berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja” papar Farchan.
BACA JUGA : Kejagung Terima Pengembalian Uang Rp31 M Dari Achsanul-Sadikin Terkait Kasus BTS 4G
AirNav Indonesia menjalankan 3 model pengembangan yaitu Model Waralaba, Model Kemitraan dan Model Inkubasi Bisnis. “UMKM di Banyuwangi ini banyak sekali yang baik, namun masih terhambat isu – isu pengembangan, diantaranya akses permodalan, dan pemasaran produk, disini AirNav hadir untuk mendukung bisnis paa UMKM,” lanjut Farchan.
“AirNav Indonesia ingin kesembilan UMKM ini bisa naik kelas, ada peningkatan usaha baik dari sisi kapasitas maupun dari sisi kinerja usaha. Peningkatan kapasitas usaha dapat teridentifikasi dari peningkatan aset, modal, dan tenaga kerja. Sedangkan peningkatan kinerja usaha dapat teridentifikasi dari peningkatan penjualan tahunan (omset), dan tingkat keuntungan atau laba (profitabilitas) dan kontribusi pajak penghasilan, semoga program ini berhasil dan mewujudkan UMKM yang sehat,” ucapnya. (*/sul).



