Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Warga Dianjurkan Menjauh Hingga Radius 5 KM

KORANPELITA.CO – Pagi hari Gunung Anak Krakatau kembali muntahkan lahar panas (erupsi) pada pukul 04.33 WIB, Sabtu (10/6/2023) pagi. Kali ini, gunung yang berada di perairan Selat Sunda itu melontarkan abu vulkanik setinggi 2 kilometer.

“Erupsi itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 60 milimeter dan durasi lebih kurang empat menit,” kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hendra Gunawan dalam keterangan rilisnya, Jakarta, Sabtu (10/6/2023).

Namun, petugas pemantau Gunung Anak Krakatau tak mendengar suara dentuman dari aktivitas erupsi tersebut.

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut

Pemukiman paling dekat dengan Anak Gunung Krakatau berada di Pulau Sibesi yang berjarak 16,5 kilometer dari Pulau Anak Krakatau.

BACA JUGA:  Kantor Regional I Injourney Airports Siap Layani Keberangkatan Jemaah Haji 2026 Melalui Bandara Soetta dan Kertajati Majalengka

Sejak Jumat (9/6) kemarin, PVMBG mencatat Gunung Anak Krakatau mengalami tujuh kali erupsi terhitung sejak pukul 00.00-24.00 WIB. Tinggi kolom abu yang muncul bervariasi mulai dari 500 meter sampai 3 ribu meter.

Erupsi terjadi disertai gempa yang terekam dengan amplitudo 29-75 milimeter dan lama gempa sekitar 25-802 detik.

Saat ini, Gunung Anak Krakatau masih berada pada status ‘level III atau siaga’. Status ini dimulai sejak April 2022 hingga sekarang.

Masyarakat, wisatawan lokal dan mancanegara, maupun pendaki diimbau untuk tidak mendekati area gunung tersebut atau beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah aktif. (red1)

Redaktur 1
Latest posts by Redaktur 1 (see all)
BACA JUGA:  Kantor Regional I Injourney Airports Siap Layani Keberangkatan Jemaah Haji 2026 Melalui Bandara Soetta dan Kertajati Majalengka