Tangerang,koranpelita.co – Direktur Perumdam Tirta Kerta Raharja (TKR) Kabupaten Tangerang Sofyan Sapar mengatakan akan memutus Jalur Distribusi Utama (JDU) air Perumdam PT Tirta Kerta Raharja (TKR).
Pemutusan JDU akan berdampak terhadap 9.000 pelanggan PDAM Tirta Benteng akan kesulitan air karena masih menggunakan air peroduksi Perumdam TKR untuk wilayah Modernland, Bumi Mas Raya, Premier Park, Kompleks Kehakiman di Tanah Tinggi.
“Sebelumnya masyarakat di wilayah tersebut sebagian pelanggan kami di wilayah satu, tapi sudah kami serahterimakan ke Perumda Tirta Benteng beberapa waktu yang lalu. Sehingga bukan pelanggan Perumdam Tirta Kerta Raharja lagi,dan bukan menjadi tanggungjawab kami lagi jika terjadi gangguan layanan dan lain sebagainya,” tegasnya, Selasa (10/1/2023).
Sofyan menambahkan, pihaknya akan memaksimalkan suplay air untuk masyarakat di wilayah Dasana Indah, Kelapa Dua, serta Curug yang sumber suplay air bersihnya dari intake Cikokol.
Pernyataan Sofyan Sapar mencuat ketika adanya kebocoran pipa air di bawah rel kereta AP Tanah Tinggi yang berdampak kepada 9.000 pelanggan PDAM TB. Orang nomor satu di Perumdam TKR menjelaskan, pipa Jalur Distribusi Utama (JDU) yang bocor tersebut adalah instalasi yang terpasang sejak periode awal berdirinya Perumdam TKR, saat itu bernama Water Leideng Bedryf pada tahun 1923, yakni pada masa Pemerintah Hindia Belanda. Fungsi JDU adalah mengalirkan air dari intake Babakan ke Batavia, atau Jakarta saat ini.
Seiring dengan berjalannya waktu serta bertambahnya lajur kereta api listrik di atasnya menjadi double track, tekanan terhadap pipa tersebut pun meningkat ahirnya mengalami kebocoran dan pipa harus diganti kualitasnya lebih baik untuk saat ini. (sam).



