Kota Tangerang,koranpelita.co – Berharap Keluhan warga Kampung Sukamanah yang berada di pusat Kota Tangerang menyurati BUMD Perusahaan Air Minum Tirta Benteng (TB) menyusul pendistribusian air seringkali “mati-hidup” memicu keresahan.
Andri S Permana, Anggota DPRD Kota Tangerang mengatakan dirinya siap melakukan advokasi atas keluhan warga ini kepada PDAM (kini Perumda) TB atas masalah yang menyusahkan kehidupan keseharian warga.
“Saya minta warga dapat bersurat secara resmi terkait aduan tersebut kepada PDAM TB yang ditembuskan kepada DPRD Kota Tangerang. Agar kami bisa menindaklanjutinya,” ujarnya kepada wartawan.
BACA JUGA : Krisis Air, Warga Perintis Tangerang Rebutan Jatah Air dari Truk Tangki
Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Tangerang ini menyatakan siap mengawal persoalan ini sampai tuntas.
Kecewa berat pelayanan PDAM TB terjadi lantaran hampir setiap hari air hidup-mati tanpa pemberitahuan membuat susah keseharian aktifitas keluarga.
Rizky,warga Kampung Sukamanah jengkel . Kucuran air mati, mulai pukul 03.00 sampai tengah hari. Itu terus berulang di setiap harinya “Gak profesional bener kan” sebutnya.
Yang pasti, “buruknya layanan Perumda TB membuat slogan “Kota Tangerang Layak Huni” menjadi “Jauh Panggang Dari Api.” Lha, mau mandi enggak bisa, ambil air wudhu pun susah, termasuk membuang BAB ya repot jadinya. Bagaimana bisa hidup di Kota Tangerang disebut Layak Huni,ungkap warga lain nya. Pelanggan mendesak Walikota Tangerang harus ambil peran aktif mempersoalkan layanan buruk ini.
Yang menarik sebut warga Sukamanah, setelah warga teriak air PDAM TB tidak mengucur, truk tangki air besih PDAM TB datang itu kan menyusahkan warga. Rebutan air bersih pun terjadi .Semestinya bantuan air bersih datang sebelum ada keluhan dari pelanggan. (sam).



