Bupati Tangerang Bangga Bisa Panen Padi Sistem Demplot Mina Padi

Kabupaten Tangerang,koranpelita.co – Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar bangga dengan usaha para petani di Desa Buaran Bambu , Kecamatan Paku Haji Kabupaten Tangerang yang telah ,menggunakan sistem “Demplot Mina Padi”.

Hal tersebut dikatakan Bupati saat panen padi Demplot Mina Padi ,Jumat (02/09/2022).

Menurut Bupati, panen padi tersebut merupakan suatu terobosan dan juga inovasi yang luar biasa yang dilakukan oleh petani dan kelompok tani serta penyuluh pertanian di Pakuhaji.

“Alhamdulillah hari ini kita bisa datang ke Buaran Bambu yang telah menerapkan sistem demplot mina padi, dimana ada model sawah circle yang digabungkan antara padi dengan tambak ikan itu merupakan suatu terobosan inovasi yang mudah-mudahan nanti bisa diikuti oleh daerah lain,” kata Bupati .

BACA JUGA:  20 Kali Bobol Rumsong , Resmob Polres Metro Tangerang Kota Tangkap Residivis Curanmor

Selain itu Bupati menyebut, tantangan sistem demplot mina padi salah satunya adalah ketersediaan airnya harus di atas rata-rata sawah biasa. Namun dengan ketersediaan air yang lebih tersebut bisa mempercepat umur panennya, yakni sekitar 3 bulan dari penanaman sudah bisa dipanen, begitu juga dengan ikannya.

“Ada beberapa tantangan seperti hama wereng dan juga hama berang-berang, karena ada padi dan juga ikan di sini. Tetapi mudah-mudahan paling tidak salah satu inovasi bentuk terobosan program ketahanan pangan ini, bisa berjalan di Kecamatan Pakuhaji dan bisa diikuti oleh yang lain,” harapnya.

Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada para petani dan penyuluh pertanian karena di tangan mereka, ketahanan pangan bisa berjalan di Kabupaten Tangerang.

BACA JUGA:  Bupati Tangerang Buka Lomba Kicau Mania Nusantara Bupati Cup 2026, Hadiah Utama Mobil Toyota Agya

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab. Tangerang, Asep Jatnika menjelaskan bahwa kegiatan panen bersama Bupati Tangerang dilakukan di atas lahan sekitar 5000 meter menggunakan sistem demplot mina padi tersebut terdapat 2 komoditi.

“Jadi komoditi itu adalah padi dan ikan. Dalam satu kali panen, kita dapat 2 komoditi. Insya Allah dengan budidaya model ini, petani akan lebih banyak menerima keuntungan, sehingga petani bisa lebih sejahtera,” jelas Asep.

Menurut dia, produktivitas padi di atas lahan 5000 meter kurang lebih sekitar 4 ton padi, untuk ikan sekitar 400 kilo atau 4 kuintal.

“Ke depan untuk demplot mina padi ini akan terus kita kembangkan, diawali dengan 5000 meter, kita berencana akan kembangkan terus sampai dengan 5 hektar. Mudah-mudahan kita ke depan bisa berhasil agar program ini bisa berkelanjutan sehingga petani kita akan sejahtera dan mendapatkan hasil yang memuaskan,” ucapnya. (sam).

BACA JUGA:  Program JAPFA for Kids Kembali Berjalan di Margasari