Koranpelita.co – Kepala Pusat Makro Ekonomi dan Keuangan (INDEF) Rizal Taufiqurrahman mengatakan realisasi dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) kehilangan arah.
Rizal berpandangan Indonesia hebat diatas kertas alias dalam membangun konsep namun amburadul dalam tata kelola pelaksanaanya.
BACA JUGA : Bebeli dan Bebunge Jadi Aplikasi Pertama Milik Pemerintah Kabupaten Bekasi
“Negara kita ini memang pintar kalau soal konsep, sangat terstruktur, tapi kalau konsep tidak optimal terhadap realisasi pencapaiannya, termasuk pengelolaan dana PEN yang saya kira ini jadi permasalahan,” kata Rizal dalam dialog DPP KNPI dengan tema “Dana PEN: Antara Pemulihan Ekonomi dan Jerat Korupsi Pejabat Publik”, Kamis (04/08/2022).
Rizal mengatakan, substansi dari suatu program pemerintah kaitannya dengan dana PEN itu adalah sejauh mana bisa menjadi pemacu pertumbuhan dan pemulihan ekonomi nasional.
Menurutnya, ihwal itu menjadi penting mengingat Indonesia di dua tahun terkahir dilanda pendemi covid-19 dimana perkonomian Indonesia merosot drastis.
“Jadi kita tidak hanya sebatas bicara pada ranah kebijakan semata melainkan efek dari kebijakan tersebut sejauhmana dana PEN menjadi solusi terhadap stabilitas ekonomi, namun faktanya realisasinya tidak jelas dan tidak transparan dalam pelaporannya,” tutup Rizal.
- Pertamina EP Jambi Dorong Penganekaragaman Produk UMKN Lewat Pelatihan Dan Studi Banding - 30/05/2026
- Pengendara Meninggal Dunia dalam Kecelakaan di Lokasi Perbaikan Jalan di Lebak, Diduga Minim Rambu dan Penerangan - 30/05/2026
- Jaga Bekasi On The Spot, Polisi Bahas Narkoba hingga Tawuran yang Resahkan Warga - 30/05/2026



